Banaspati Perlahan Kurangi Penggunaan Flares
Kini kita coba fokus untuk roll paper saja yang kita perbanyak
Penulis: rival al manaf | Editor: agung yulianto
Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelarangan penggunaan flares di stadion saat pertandingan juga diindahkan oleh suporter klub ISL Persijap Jepara, Banaspati. PSSI memang telah memutuskan melarang penggunaan flares saat pertandingan berjalan.
PSSI bahkan akan mendenda klub yang kedapatan menyalakannya saat pertandingan berlangsung. Tidak tanggung-tanggung denda sebesar Rp 60 juta akan dibebankan ke manajemen klub.
Oleh karena itu, Banaspati berniat untuk tidak lagi menyalakan flares. "Memang sulit mengubah kebiasaan tapi akan kita cobanya perlahan," ungkap Humas Banaspati, Jamet, kepada Tribun Jateng, Jumat (14/2/2012).
Jamet menambahkan sebenarnya ada dua tradisi yang sering dilakukan oleh Banaspati dalam menonton laga Laskar Kalinyamat. Mereka biasa menyalakan flares dan menebar roll paper.
"Kini kita coba fokus untuk roll paper saja yang kita perbanyak, untuk flares memang masih dilakukan beberapa anak anak, tapi itu seusai pertandingan," tambahnya.
Namun Jamet berusaha untuk terus mengingatkan. Menurutnya untuk langsung meninggalkan kegiatan itu memang tidak mungkin bisa dilakukan. Saat ini dia memandang sudah cukup berkurang penggunaan fllares.
"Hanya di akhir pertandingan, itu juga hanya beberapa, sudah lebih ramai roll paper, semoga ke depannya bisa beralih," sambungnya.
'Pesta Roll Paper' itu sudah terlihat saat Persijap menjalani laga home melawan Persib Bandung beberapa waktu lalu. Dalam laga yang berkesudahan 1-1 itu, terlihat tepi lapangan Stadion Gelora Bumi Kartini itu kotor oleh roll paper.
"Kalau kotor kan bisa dibersihkan, kalau flares bisa membunuh pemain karena mengotori udara," pungkas Jamet.