Darsono Ditemukan Tewas dalam Posisi Terlentang di Ranjang
Tapi ngga tahu pasti kematiannya, biar pihak kepolisian yang menyelidiki
Penulis: galih permadi | Editor: agung yulianto
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pawiro Sudarsono (67) ditemukan tewas di rumahnya, Nusukan RT 03 RW 12, Kecamatan Banjarsari, Solo, Senin (17/2/2014) sekitar pukul 10.00. Darsono tewas dalam posisi terlentang di atas ranjang ruang tengah rumahnya.
Teguh (40), tetangga korban yang kali pertama menemukan pekerja bangunan tersebut tewas. Pagi itu, Teguh berencana mengirimkan undangan acara di sebuah gereja di Nusukan. Ketika sampai di rumah korban, Teguh mengetuk pintu rumah, namun tidak ada tanggapan.
“Saya kemudian ke belakang rumah. Ternyata pintu tidak terkunci. Saya masuk dan melihat Pak Darsono sudah kaku meninggal,” ujarnya. Teguh kemudian memberi tahu warga terkait kejadian tersebut, dan kemudian dilaporkan ke Polsek Banjarsari.
Tetangga korban, Harianto (50) mengatakan seminggu sebelum kejadian, Darsono sempat dikeler Polsek Prambanan. Menurut cerita Darsono, intel Polsek Prambanan mengetahui SM, seorang DPO Polsek Prambanan sering duduk di rumahnya. “Kemudian Pak Darsono dilepas dan sempat cerita hal tersebut kepada saya,” ujarnya.
Adanya hal tersebut membuat warga mencurigai kematian Darsono ada kaitan dengan SM. “Kalau sakit Pak Darsono Cuma mengeluhkan sakit pinggang. Tapi ngga tahu pasti kematiannya, biar pihak kepolisian yang menyelidiki,” ujarnya.
Ketua RT, Kris Santoso (60) mengatakan Darsono merupakan warga yang sering bersosialisasi kepada warga. Bahkan dia selalu sigap ketika tetangganya meminta bantuan. “Dia orangnya tidak tertutup. Bahkan Jumat (14/2/2014) malam masih ikut pemilihan ketua RT. Setelah itu tidak terlihat lagi dan baru ditemukan meninggal,” ujarnya.
Kanit Reskrim Polsek Banjarsari, AKP Sunarto mengatakan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban.
“Korban hidup sendiri di rumahnya. Diperkirakan meninggal sudah tiga hari lalu. Kami sudah menghubungi pihak keluarga dan akan menyelidiki kematian korban,” ujarnya. (gpe)