SNMPTN 2014
Pendaftaran SNMPTN Dimulai, Hindari Unggah Foto Berukuran Besar
Kami sudah menyiapkan 20 line simultan yang bisa melayani
Penulis: abdul arif | Editor: agung yulianto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mulai hari ini, Senin (17/2/2014), pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 via online telah dimulai.
Kepala Pusat Komputer Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Sujadi, mengatakan pendaftaran akan berlangsung hingga 31 Maret 2014 mendatang. "Biasanya saat proses pendaftaran online banyak siswa yang menemui kendala," kata penanggungjawab teknologi informasi SNMPTN 2014 ini kepada Tribun Jateng, Minggu (16/2/2014).
Sujadi memastikan server yang dipakai untuk pendaftaran sudah siap. Dia juga sudah mengantisipasi membeludaknya pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari siswa dan orangtua melalui penambahan operator. "Kami sudah menyiapkan 20 line simultan yang bisa melayani secara bersamaan," katanya.
Meski begitu, Sujadi tak menampik jika masih banyak kendala yang bakal muncul. "Internet itu kendalanya banyak sekali. Jadi, saya minta kepada para siswa agar tidak menyalahkan server," katanya.
Dia mengatakan, untuk tahun lalu kasus yang sering terjadi adalah banyak siswa yang gagal meng-upload foto. Menurutnya, hal itu dikarenakan gambar yang diunggah tidak sesuai dengan kriteria yang diharapkan. "Kalau ukuran file gambar terlalu besar kemungkinan gagal cukup besar," katanya.
Sujadi mengimbau kepada para siswa yang melakukan pendaftaran SNMPTN untuk bersabar. Sebab, peserta SNMPTN yang akan mengakses situs www.snmptn.ac.id berasal dari 14 ribu sekolah di penjuru tanah Air. "Bisa dibayangkan, misalkan masing-masing sekolah memiliki 200 siswa. Jumlah pengakses bisa mencapai jutaan," terangnya.
Sebelumnya, pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sebagai syarat pendaftaran SNMPTN telah berlangsung sejak 6 Januari 2014 lalu. Menurut Sujadi, jumlah peserta yang sudah melakukan pengisian PDSS belum bisa dipastikan. Sebab, pengisian PDSS masih berlangsung hingga 6 Maret 2014 mendatang.
Sujadi juga mengimbau para siswa agar memantapkan pilihan program studi saat pendaftaran. Menurutnya, siswa perlu berkonsultasi terlebih dahulu kepada pihak sekolah atau keluarga agar tidak salah pilih.
Menurutnya, pihaknya belum bisa memastikan, setelah siswa mengisikan data apakah bisa diubah lagi. "Tetapi yang jelas sebelum diverifikasi, data bisa diedit lagi," katanya.
Sujadi mengatakan, siswa bisa memilih dua PTN dengan syarat satu PTN di antaranya berada di wilayah domisili. "Maksimal siswa memilih tiga program studi," katanya.
Sementara itu, pengamat pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Mungin Eddy Wibowo mengatakan, dalam pendaftaran SMPTN hendaknya siswa mendapatkan pendampingan yang maksimal dari pihak sekolah. Menurutnya, guru BK di sekolah harus proaktif memberikan layanan informasi tentang program studi yang ada di perguruan tinggi.
"Guru BK juga harus menggali informasi tentang potensi siswa, baik nilai akademik siswa yang berupa rapor, nilai ujian sekolah, ujian nasional serta minat siswa sebagai acuan memilih program studi," kata guru besar Bimbingan Konseling Unnes ini. Dengan begitu, kata dia, jurusan yang akan dipilih benar-benar sesuai siswa. (rif)