Rupiah Kembali Menguat di Bawah Rp 12.000 per Dollar AS
diperkirakan laju rupiah berbalik di bawah resisten Rp 12.160
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Terus melemahnya nilai tukar dollar AS seiring kepastian sentimen tappering off dan menurunnya rilis data makro ekonomi AS, membuat pergerakan mata uang rupiah menguat.
Pada posisi penutupan pekan kemarin, nilai tukar rupiah menguat pada posisi Rp 11.886 per dollar AS dari posisi sebelumnya yang berada pada Rp 12.073 per dollar AS.
Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada menuturkan mata uang rupiah semakin menguat seiring berkurangnya permintaan akan mata uang save heaven yang dimanfaatkan penguatan mata uang Asia.
Apalagi beberapa data AS menunjukkan pelemahan di pekan sebelumnya, mulai dari MBA mortgage applications dan retail sales yang menurun.
"Belum lagi angka indeks klaim pengangguran AS yang kembali naik sehingga membuat pelaku pasar kecewa dan beralih pada mata uang lainnya, termasuk rupiah," katanya.
Pada awal pekan ini, diperkirakan laju rupiah berbalik di bawah resisten Rp 12.160. Sementara kurs tengah BI Rp 11.960 hingga Rp 11.800.