Smart Shopping
Elsa Rasakan Tarikan Lebih Enteng
Bukan berarti saya suka ngebut. Saya sangat hati-hati saat berkendar
Penulis: muslimah | Editor: agung yulianto
SAAT jam-jam sibuk di pagi dan sore hari, kemacetan melanda beberapa ruas jalan di Kota. Semarang. Pun saat jam makan siang. Jalanan padat membuat perut yang lapar semakin melilit.
"Kadang stres juga. Maunya bisa menembus kemacetan karena banyak yang harus diselesaikan. Karena itulah saya akhirnya pilih Ford Fiesta," ujar Elsa Dwinami kepada Tribun Jateng, baru-baru ini.
Wiraswastawati ini memakai Ford keluaran 2013 baru beberapa bulan ini. Bentuk mobil keluaran Amerika ini memang mungil sebagaimana layaknya kendaraan city car.
Karena ukuran kecil, Ford pun sangat lincah dipakai menembus kemacetan. Keuntungan lainnya, mencari tempat parkir juga jauh lebih mudah dibandingkan jika Elsa mengendarai jenis mobil angkut (MPV) atau tipe SUV yang memang berukuran lebih besar.
"Bukan berarti saya suka ngebut. Saya sangat hati-hati saat berkendara. Prioritas utama tentu keselamatan. Namun kalau desain mobil mungil, kan dibawa menyelusup juga lebih oke," jelas Elsa yang punya pengalaman malang melintang sebagai pembalap slalom.
Apalagi ditambahkannya, di dunia balap ada semacam etika kalau mereka tidak boleh ngebut atau kurang hati-hati di jalanan. Baru di tempat lomba mereka boleh unjuk kepiawaian. Karena jika terjadi sesuatu, sebagai misal kecelakaan di jalan, lisensi membalap pun akan dicabut.
Banyak perubahan dirasakan Elsa setelah memakai Ford. Sebelumnya, ia selalu mengendarai mobil buatan Jepang dari pabrikan Honda dan Toyota. Yang langsung terasa adalah tarikan yang lebih enteng.
Kinerja mesin Ford Fiesta sangat baik dengan akselerasi sebesar 10,7 detik dan daya maksimal diatas 120 Hp. "Bahan bakar juga irit, ini yang paling kusuka," aku Elsa.
Selain nyaman dan tarikan enteng, kondisi interior menurut Elsa juga sudah sangat mendukung. Karena itulah ia memandang tak perlu melakukan modifikasi. Apalagi ia memakai mobil built up yang dirakit di negara asal.
Sebagai misal, jok sudah dari bahan kulit dan audio sudah premium. Jika dimodif ia malah khawatir jadi menurunkan kualitas. Hanya tambahan kaca film, itu pun sudah dilakukan oleh dealer mobil. Elsa memakai V-Kool 80 persen.
Yang jelas menurutnya, mengendarai mobil buatan Amerika atau Eropa harus cukup cermat dalam melakukan perawatan karena sistem mereka sangat bagus. Jika satu bagian rusak, dampaknya akan menjalar ke bagian yang lain. (Tribun Jateng cetak/msi)