Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Temuan Potongan Tubuh Diperiksa Labfor Polda Jateng

Itu merupakan temuan yang penting bagi kita

Tayang:
Penulis: muh radlis | Editor: agung yulianto

TRIBUNJATENG.COM, KLATEN – Ceceran organ tubuh manusia yang diduga korban mutilasi di Dukuh Kepoh, Desa Kuncen, Kecamatan Ceper, Klaten membuat tim forensik dari Polda Jawa Tengah turun tangan.

Tim tersebut datang ke Klaten sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (18/2/2014), untuk mengecek sejumlah organ tubuh tersebut di kamar jenazah RSUP dr Soeradji Tirtonergoro.

Dari hasil penelitian tim forensik Polda saat itu, belum menunjukkan titik terang. Karena itu, serpihan organ tubuh manusia itu langsung dibawa ke laboratorium forensik (Labfor) yang ada di Semarang. Penelitian lebih dalam akan dilakukan untuk menentukan penyebab kematian dari korban yang hingga saat ini belum diketahui identitasnya tersebut.

“Tim forensik Polda telah meneliti serpihan tersebut. Hasil sementara, korban dipastikan memiliki jenis kelamin perempuan, dan umurnya diperkirakan 60-an tahun. Kami belum bisa menentukan apakah disebabkan karena kecelakaan atau pembunuhan. Serpihan organ tubuh manusia itu sekarang ada di Labfor untuk dilakukan penelitian yang lebih intensif,” jelas Kapolres Klaten, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, di Klaten, Rabu (19/2/2014).

Dia juga mengatakan bagian dari organ tubuh tersebut tidak hanya bagian kepala saja. Bahkan ada pen tulang, yang kemungkinan pen tulang pada kaki. “Kenapa jadi seperti itu perlu pendalaman. Meski serpihan dibawa ke Labfor, namun masih ditangani Klaten,” tuturnya.

Belum jelasnya identitas korban, Nazirwan mengimbau supaya warga yang merasa kehilangan keluarganya dengan ciri-ciri tersebut untuk segera melapor ke pihak kepolisian. “Selain wanita dan berumur sekitar 60-an tahun, korban juga diduga pernah mengalami patah tulang. Pasalnya, juga ditemukan pen di sekitar lokasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Klaten, Iptu Danang Eko P, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman pada keterangan saksi yang mengetahui awalnya keberadaan ceceran organ tubuh manusia tersebut. Pihaknya juga belum mendapatkan perkembangan sementara dari fakta-fakta di lapangan.

“Dari keterangan saksi masih kita perdalam lagi. Pendalaman terkait keadaan TKP awal atau kondisi korban itu pertama kali itu seperti apa juga dilakukan. Pendalaman juga dilakukan dari hasil Tim Forensik Polda tadi malam. Hingga saat belum ada hasilnya. Karena itu diperlukan penelitian intensif dari temuan tersebut (ceceran organ tubuh),” urainya.

Dari temuan yang ada di lokasi, pada jarit stagen korban ditemukan terdapat label dengan tulisan nama seseorang, dan kaos putih yang kotor juga terdapat sablon bertuliskan sebuah nama CV tertentu (tidak disebutkan karena untuk penyelidikan). Kedua fakta tersebut, lanjut Danang, merupakan temuan penting.

“Itu merupakan temuan yang penting bagi kita. Fakta temuan di lapangan tentunya akan kita tindak lanjuti, baik di TKP maupun yang ada di tubuh korban. Saat ini, temuan itu masih kita kembangkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, ceceran organ tubuh manusia di tengah jalan raya Solo-Yogya tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian sekitar pukul 07.00 WIB, Selasa (18/2/2014). Organ tubuh manusia yang menebarkan aroma amis tersebut antara lain lembaran kulit kepala yang ditumbuhi rambut beruban, dan pada kulit kepala tersebut masih menempel daun telinga.

Selain itu, ada kulit paha, tulang iga, serpihan tulang, dan pen tulang manusia, serta kulit yang gepeng yang diatas kulit tersebut seperti ada kuku dan serpihan tulang lainnya. Namun, tidak ditemukan organ tubuh yang lain untuk melengkapi sosok tubuh manusia lengkap di sekitar lokasi.

Kabid Dokkes Polda Jateng, Kombes Pol Musyafaq, mengatakan, potongan tubuh manusia dari Klaten tiba di RS Bhayangkara pada Selasa (18/2) malam. "Sudah tiba tadi malam," tutur Musyafaq tanpa menyebutkan pukul berapa.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap potongan tubuh tersebut. Untuk sementara, Musyafaq mengatakan potongan tubuh berupa daging dan tulang yang sudah rusak itu berasal dari tubuh perempuan. "Hasil awalnya itu milik perempuan," katanya.

Terkait apakah potongan tubuh itu merupakan hasil mutilasi, Musyafaq mengatakan pihaknya belum bisa memastikan. "Masih kami lakukan pemeriksaan, apakah itu memang korban mutilasi atau korban binatang liar. Karena yang masuk (RS Bhayangkara) cuma potongan daging, kulit, dan tulang. Kalau umurnya kami sudah lakukan tes DNA, namun hasilnya belum keluar sehingga juga belum bisa kami pastikan," katanya. (Tribun Jateng cetak/tribun jogja/oda/lyz)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved