Tiket PSIS Bergambar Yoyok Bukan Kampanye
Kalaupun ditemukan alat peraga kampanye di lokasi, saat ini memang diperbolehkan
Penulis: bakti buwono budiasto | Editor: agung yulianto
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dugaan pelanggaran kampanye pemilu di kasus gambar Caleg DPRD Provinsi Jateng, Yoyok Sukawi, di tiket pertandingan antara PSIS versus Timnas U-19 terus berlanjut.
Kemarin, Rabu (18/2/2014), panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kota Semarang memanggil panitia pelaksana (panpel) pertandingan tersebut.
"Klarifikasi ini merupakan hasil koordinasi dengan Bawaslu Jateng," kata Ketua Panwaslu Kota Semarang, Sri Wahyu Ananingsih, kepada Tribun Jateng.
Ana, sapaan akrabnya, berujar, Panpel PSIS diklarifikasi sebagai saksi. Pertanyaannya menyentuh masalah dana penyelenggaraan apakah menggunakan APBD atau tidak. Selain itu, panpel juga ditanya semua kronologis hingga gambar caleg termuat di tiket pertandingan.
Hasil pemeriksaan itu dikaji. Lalu, setelah itu ia akan melaporkan hasil pemeriksaan ke badan pengawas pemilu (Bawaslu) Jateng. Nah, di situlah keputusan apakah kasus itu berlanjut di Bawaslu atau dilimpahkan ke Panwaslu Kota Semarang.
Ana, sapaan akrabnya, menuturkan, pemeriksaan dilakukan mulai pukul 11.00 hingga selesai. Pemeriksaan membutuhkan waktu 1,5 jam. Panpel yang dipanggil adalah Pujiyanto yang harus menjawab 21 pertanyaan.
Setelah melakukan pemeriksaan, Panwaslu tidak menemukan bukti kuat untuk melanjutkan proses penindakan. Pihaknya tidak menemukan unsur kampanye dalam tiket, semisal nomor urut, visi, misi, ajakan, hingga logo partai. Hanya tertulis Yoyok Sukawi sebagai CEO.
"Kalaupun ditemukan alat peraga kampanye di lokasi, saat ini memang diperbolehkan," tuturnya.
Adapun, Pujiyanto berdalih pemasangan gambar Yoyok itu bukan untuk berkampanye. Ia beralasan, gambar itu merupakan bentuk pengenalan kembali Yoyok di jajaran manajemen PSIS setelah vakum beberapa lama.
Ia menyatakan, keputusan untuk menempel gambar Yoyok merupakan inisiatifnya. Ia tidak pernah berpikir di ranah politik sama sekali. "Maksudnya untuk lebih menarik penonton," kilahnya. (bbb)