Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Presiden Ukraina Dipecat Parlemen

Crimea Diduduki Sekelompok Pasukan Bersenjata, Mungkinkah Militer Rusia?

Presiden Rusia Vladimir Putin membantah sekelompok pasukan bersenjata lengkap di Crimea, Ukraina, adalah personel militer Rusia.

Editor: rustam aji

TRIBUNJATENG.COM, LONDON - Presiden Rusia Vladimir Putin membantah sekelompok pasukan bersenjata lengkap yang saat ini berada di semenanjung Crimea, Ukraina, adalah personel militer Rusia.

Namun, di mata seorang pakar militer yang berbasis di London, pasukan bersenjata yang saat ini "menduduki" Crimea adalah pasukan khusus Rusia dan sangat mungkin mereka adalah pasukan elite Spetsnaz.

Igor Sutyagin, pakar Rusia di Royal United Services Institute (RUSI), mengatakan meski para tentara itu mengenakan seragam tak bertanda, namun peralatan yang mereka bawa hanya biasa dibawa oleh divisi-divisi pasukan khusus.

"Unit-unit yang memblokade pertahanan pantai Ukraina sepanjang akhir pekan lalu adalah Spetsnaz," kata Sutyagin.

"Mereka bisa dikenali karena mereka membawa peralatan khusus. Mereka mungkin berasal dari brigade Spetsnaz ketiga yang bermarkas di Tolyatti," tambah Sutyagin.

Sutyagin menambahkan, para prajurit elite itu sangat mahir dalam melakukan pengintaian dan sabotase.

"Mereka juga didukung setidaknya dua brigade marinir dari Laut Hitam dan Laut Baltik," lanjut Sutyagin.

Sementara itu, Matthew Clements dari Jane's Intelligence Review sepakat dengan analisa Sutyagin yang meyakini pasukan khusus Rusia itu sudah menduduki Crimea.

"Sudah ada upaya dari militer Rusia di Crimea untuk menyamarkan berbagai identitas mereka," ujar Clements.

"Namun, yang ingin kami ketahui adalah apakah mereka berasal dari unit pasukan khusus atau pasukan lintas udara," tambah dia.

Sementara itu, seorang mantan pejabat tinggi masalah keamanan di Eropa yang tak ingin disebutkan namanya mengaku 200 persen yakin pasukan yang menduduki Crimea saat ini adalah unit pasukan khusus Spetsnaz.

"Mereka sangat ahli menciptakan kebingungan dan kekacauan dalam rangka melakukan serangan prikologis," ujar pejabat itu.(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved