Gudang Amunisi TNI AL Meledak
10 Korban Ledakan Dibawa ke RS, Satu Diusung ke Kamar Jenazah
Sedikitnya 10 korban ledakangudang amunisi TNI AL di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sedikitnya 10 korban ledakangudang amunisi TNI AL di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo, Benhil, Jakarta Pusat, Rabu (5/3/2014) siang.
Sebagian besar korban mengalami luka bakar dan patah tulang. Para korban langsung dibawa ke ruang Unit Gawat Darurat RSAL Mintohardjo setelah diturunkan dari ambulans.
Dari pantauan Tribunnews.com, satu dari 10 korban langsung dilarikan ke kamar jenazah RSAL Mintohardjo. Satu korban tersebut tidak diturunkan di ruang UGD melainkan dibawa ke ruang jenazah yang ada di belakang RSAL Mintohardjo.
Hingga saat ini beberapa personel anggota TNI AL masih berjaga di depan ruang UGD RSAL Mintohardjo. Mereka masih menunggu korban lanjutan yang dibawa dari Pondok Dayung.
Yono (43), pekerja dok dermaga di Pelabuhan Tanjung Priok menyatakan selain korban luka dari aparat TNI AL, mengaku melihat dua orang pekerja dok dermaga terluka akibat ledakan di gudang amunisi TNI AL di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/3/2014).
"Waktu meledak keras banget dan langsung goyang semuanya, kayakgempa. Habis kejadian saya lihat dua orang yang bekerja di dok berdarah-darah di badannya," kata Yono saat dihubungi Warta Kota, Rabu siang.
Menurut Yono, kedua orang itu adalah warga sipil yang tengah bekerja di dok dermaga. "Badannya kena serpihan besi atau lempengan metal. Saya kurang jelas. Mereka langsung di bawa ke rumah sakit, setelah ledakan situasi di sini kacau," katanya.
Ia menyatakan posisi dok tempat ke 2 korban sipil bekerja, hanya berjarak sekitar 50 meter dari pusat ledakan di Pondok Dayung.
sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul, menyebutkan lokasi gudang amunisi milik Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL di Pondok Dayung, Tanjung Priok tertutup untuk sipil.
Menurutnya, lokasi tersebut tempat terisolir yang sering digunakan untuk latihan TNI AL.
"Jadi di Pondok Dayung itu seperti danau kecil. Jadi kalau mau masuk harus lewat kapal kecil. Anggota TNI yang menyeberang masuk harus menggunakan speed boat," kata Iskandar saat dihubungi, Rabu (5/3/2014).
Menurutnya, setiap hari ada sekitar 200 sampai 250 anggota TNI AL di lokasi tersebut. Namun menurutnya, saat ini lokasi tersebut sudah steril. (*)