Siswa Kelas I SMA Jadi Pimpinan Komplotan Penodong di Pleret Semarang
Maraknya aksi penodongan dan perampasan barang di Banjir Kanal Barat tepatnya Taman Pleret perlahan mulai terungkap siapa dalangnya
Penulis: muh radlis | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muh Radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Maraknya aksi penodongan dan perampasan barang di Banjir Kanal Barat tepatnya Taman Pleret perlahan mulai terungkap siapa dalangnya.
Baru baru ini, Polsek Semarang Barat mengamankan tiga orang pelaku perampasan yang sering beraksi di Taman Pleret.
Ironisnya, dari tiga orang pelaku perampasan dan penodongan ini, dua diantaranya adalah pelajar SMA di Kota Semarang.
Dia adalah FAP (16) kelas I SMA dan H (17) kelas II SMA. Sedangkan satu orang lainnya yakni Dio Rizky (18) warga Sri Kuncoro, Semarang Barat, kelompok ini dipimpin oleh FAP.
"Pemimpin komplotan ini adalah FAP, masih kelas I SMA sudah jadi berandal," tutur Kapolsek Semarang Barat, Kompol Yani Permana, kepada Tribun Jateng, Selasa (11/3/2014).
Dalam aksinya, komplotan ini tak segan segan melukai korban apabila menolak memberikan barang yang diminta.
Sasaran komplotan ini yaitu pasangan muda mudi yang berduaan di Taman Pleret. Selama ini, Taman Pleret memang dikenal tempat "mojok" bagi muda mudi di malam hari.
Bahkan tercatat korban terakhir dari komplotan ini yakni seorang wanita. Barang berharga berupa handphone dan uang tunai milik korban diambil paksa oleh para pelaku. "Korbannya wanita, diacungkan golok jadinya tidak bisa melawan. Total kerugiannya Rp 2 juta," kata Yani.
Saat ini, ketiga pelaku ini mendekam di sel tahanan Mapolsek Semarang Barat. Selain mengamankan ketiga pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa sepeda motor Honda Mega Pro milik FAP tanpa plat nomor dan sebilah parang. Ketiganya diancam pasal 365 KUHP ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.
"Untuk pelaku yang masih pelajar (dibawah umur), akan kami kaji dengan UU Perlindungan Anak," katanya. (*)