Keracunan Massal
Biaya Rumah Sakit Korban Keracunan Ditanggung Pemkab Purbalingga
Yosi, mengatakan, pihaknya sudah melakukan penanganan pasien keracunan sesuai dengan prosedur standar pelayanan rumah sakit.
Penulis: fajar eko nugroho | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Fajar Eko Nugroho
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Plt Kepala RSUD Goeteng Tarunadibrata Purbalingga, Yosi, mengatakan, pihaknya sudah melakukan penanganan pasien keracunan sesuai dengan prosedur standar pelayanan rumah sakit.
"Sampai hari ini ada 20 orang yang melakukan pemeriksaan, 6 berobat jalan sedangkan 14 orang rawat inap. Untuk pembiayaan kita gratiskan dikarenaka ini sudah termasuk KLB,"jelasnya.
Seorang korban keracunan, Aisyah (41), mengungkapkan, setelah menghadiri pengajian rutin thakiran yang diadakan setiap hari Selasa Pon, menerima berkat atau bungkusan makanan yang kemudian di bawa pulang.
Awalnya setelah menyantap makanan itu, tidak terjadi apa-apa, namun Selasa (25/3/2014) sekitar pukul 19.00 WIB malam, dia dan keluarganya mengeluh sakit perut, pusing serta muntah-muntah. Ternyata, tidak hanya keluarganya saja tetapi, warga lainnya yang menyantap makanan itu mengeluh kondisi yang sama.
"Pas saya makan berkat itu, bersama keluarga saya tidak apa-apa, rasa mual, muntah dan mual terasa setelah solat isya, saya dan anak dan suami saya merasakan gejala yang sama,"ujarnya saat di RSUD Goeteng Tarunadibrata Purbalingga, Rabu (26/3/2014).
Lebih lanjut, Aisyah menjelaskan, sampai saat ini masih harus dirawat di RSUD Goeteng Tarunadibrata karna perutnya masih sakit dan diare.
"Saya belum boleh pulang sama dokternya, karna kemungkinan lambung saya juga masih bermasalah,"keluhnya.
Dia sangat berterima kasih, bahwa biaya perawatan dan pengobatan selama menjalani rawat inap di RSUD Goeteng Tarunadibrata Purbalingga semuanya di tanggung pemerintah daerah Purbalingga. (*)