Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kapal Korsel Angkut Siswa SMA Berwisata, Tenggelam

Kapal Korsel Angkut Siswa SMA Wisata Tenggelam, 100 Orang Hilang dan dua orang tewas.

Editor: iswidodo

TRIBUNJATENG.COM- Kapal wisata Korea Selatan yang mengangkut 450 penumpang berlayar dari pelabuhan Incheon ke Pulau Jeju tenggelam dekat Pulau Byungpoong, Rabu (16/4). Hingga kini proses evakuasi masih berlangsung.

Sebuah operasi penyelamatan berlangsung Rabu pagi (16/04) di lepas pantai Korea Selatan. Para pejabat mengatakan, penjaga pantai, kapal angkatan laut dan helikopter telah dikirim ke sebuah kapal yang tenggelam di lepas pantai selatan.

Sinyal tersebut dikirim 20 kilometer dari pulau Byungpoong, kata pejabat setempat. Para penumpang kapal sebesar 6.825 ton tersebut sebagian besar merupakan siswa Sekolah Menengah Atas.

Sekitar 120 penumpang sudah berhasil diselamatkan satu jam setelah sinyal bahaya diterima.  Dalam kapal tersebut juga terdapat sekitar 150 mobil. Penumpang yang masih berada di dalam kapal disarankan untuk melompat agar bisa diselamatkan. Penyebab kecelakaan dan kondisi penumpang yang berhasil diselematkan belum diketaui.

Kapal tersebut berangkat dari pelabuhan barat Incheon pada hari Selasa (15/04) dan diharapkan tiba di selatan pulau Jeju Rabu petang, ungkap petugas penjaga pantai. Pulau Jeju dikenal sebagai "Hawaii-nya Korea Selatan" dan merupakan tujuan wisata populer.

Sejauh ini, dua orang dipastikan tewas dan 100 lebih masih dinyatakan belum ditemukan.  Menurut laporan CNN, dari 474 orang di atas kapal itu, sebanyak 368 orang telah berhasil diselamatkan, di perairan yang sangat dingin di mana mereka telah melompat dari kapal itu.

Operasi penyelamatan masih berlangsung pada pukul 14.00 waktu setempat, empat jam setelah ferry itu pertama kali mengirim sinyal marabahaya.

Ferry tersebut, Sewol, membawa 447 penumpang dan 27 awak. Di antara para penumpang itu, sekitar 320 orang adalah siswa sekolah menengah.  Pada sekitar pukul 09.00 waktu setempat, ferry mengirimkan panggilan darurat pertama. Saat itu kapal itu mulai miring.

Seorang siswa yang berhasil diselamatkan, Lim Hyung Min, mengatakan kepada televisi YTN yang merupakan jaringan CNN bahwa ia mendengar benturan keras. Ferry mulai tenggelam setelah itu. Semua orang diperintahkan untuk mengenakan jaket pelampung dan melompat, katanya. Lim mengatakan ia melompat ke laut sebelum berenang ke kapal penyelamat. "Saya harus berenang sedikit untuk sampai ke kapal agar diselamatkan," katanya. "Air sangat dingin dan saya ingin hidup." (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved