DIVISI UTAMA 2014
Ketua Panser Biru Sayangkan Keputusan Larangan ke Pekalongan
Ketua Panser Biru Sayangkan Keputusan Larangan ke Pekalongan dalam laga PSIS vs Persip tanggal 22 April besok.
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Panser Biru, Mario Baskoro menyayangkan adanya pelarangan suporter PSIS Semarang untuk hadir di Stadion Kota Batik, Pekalongan. Laga PSIS bertandang ke Pekalongan melawan Persip akan digelar Selasa 22 April besok.
Padahal Panser Biru, kata Mario, akan datang ke Pekalongan membawa misi perdamaian kepada suporter Persip. "Sangat menyesalkan larangan ini. Kami ingin datang membawa misi perdamaian, dan mungkin laga Persip melawan PSIS ini bisa dijadikan langkah awal untuk mengikrarkan perdamaian dari dua belah pihak," ujar Mario kepada Tribun Jateng, Minggu (20/4/2014).
Meski menyesalkan kebijakan larangan suporter PSIS ke Pekalongan, akan tetapi Mario menghimbau anggotanya untuk menyikapi keputusan ini. "Kalau memang sudah menjadi keputusan Panpel Persip dan pihak keamanan daerah setempat maka kami (Panser Biru) harus menyikapi secara bijak keputusan ini," sambungnya.
Hubungan suporter PSIS dan suporter Persip memang tidak harmonis. Suporter kedua kesebelasan terlibat tawuran pada tahun 2013 lalu di Pekalongan. Kerusuhan tidak hanya terjadi di dalam stadion, tetapi juga merembet hingga luar stadion.
Untuk menghindari kerusuhan ini, maka pihak keamanan Pekalongan memberi masukan ke Panpel Persip untuk tidak memberi kuota kepada suporter PSIS ke Pekalongan. (*)