Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

HARI KARTINI 2014

Aksara Jawa, Seribu Siswa Solo Mengikuti Ojo Lali Jawane

Sekitar 1.000 siswa SD di Solo bersama menulis pakai aksara Jawa di halaman Hotel Novotel, Minggu (20/4).

Penulis: galih priatmojo | Editor: iswidodo

Laporan Tribun Jateng, Galih Priatmojo

TRIBUNJATENG.COM, SOLO- Beberapa lembar kain putih terbentang di pelataran halaman Hotel Novotel, Solo. Sekitar 1.000 siswa dari berbagai SD  kemudian menuliskan aksara Jawa.

Pagi itu mahasiswa kelompok pelestari budaya daerah, Komunitas Jatayu, dari Fakultas Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Hotel Ibis dan Radya Pustaka menggelar acara menulis aksara Jawa bertajuk Ojo Lali Jawane.

Salah satu siswa yang terlibat dalam kegiatan itu yakni Alifa Firanda Rahmadona (10). Siswa SD Wiropaten tersebut dengan seksama menuliskan aksara Jawa ke atas kain sesuai dengan catatan kertas yang dibawanya dari rumah. Sesekali siswa kelas 4 SD tersebut tampak menengadahkan kepalanya, mengingat-ingat aksara Jawa yang akan ditulis. "Saya sedang nulis tentang tokoh wayang Nakula dan Sadewa. Saya suka kedua tokoh wayang itu," katanya, Minggu (20/4).

Alifa mengaku tidak ada kesulitan saat harus menggubah tulisan latin ke dalam bentuk aksara Jawa. Dirinya justru senang bisa ikut kegiatan tersebut karena bisa berkumpul dengan banyak teman sekolah. "Ngga sulit kok, di sekolah soalnya sudah terbiasa nulis aksara Jawa," lanjutnya.

Kesan lain diungkapkan oleh Anissa (10). Siswi kelas 5 SD Kedunglumbu tersebut mengaku sedikit kesulitan saat menulis tentang Pasar Ngarsopuro dalam aksara Jawa. Meski begitu dirinya mengaku senang bisa meramaikan kegiatan untuk memeringati Hari Pusaka Dunia. "Ya sedikit susah, apalagi pas harus membuat tulisan yang ada pasangannya, kurang hapal," ungkapnya.

Sekretaris Jatayu, Cynthia Putri, menyatakan kegiatan menulis aksara Jawa bertajuk Ojo Lali Jawane tersebut sebagai bagian memeringati Hari Pusaka Dunia yang jatuh pada 18 April kemarin. Ada sekitar 1.000 siswa sekolah yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Media kain yang disediakan sepanjang 300 meter.

Para siswa dipersilakan untuk menulis menggunakan aksara Jawa di lembaran kain tersebut dengan beragam tema, seperti pewayangan, nama-nama pasar tradisional di Solo, jenis alat musik gamelan, jajanan khas di Solo, dan tempat wisata di Solo.

"Gerakan Ojo Lali Jawane (Jangan Lupa Budaya Jawa) ini mengajak anak mengenal kembali konteks dan nilai Jawa khususnya melalui aksara Jawa. Ada sebanyak 30 sekolah yang terlibat di acara ini," ungkapnya.

Dalam budaya Jawa, menurut Cynthia, keberadaan aksara ini adalah bagian dari pusaka. Ia menjelaskan kain berisi tulisan Jawa tersebut disumbangkan ke Museum Radya Pustaka. “Untuk sementara waktu kain tersebut disimpan di museum. Rencananya nanti pada peringatan berikutnya, tulisan para siswa SD tersebut akan dibatik oleh siswa SMP dan SMA,” ujarnya. (galih priatmojo)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved