DIVISI UTAMA 2014
Kalau Saya Kalah Lawan Persiku Kudus Sangat Malu
Stoper Persip Pekalongan, Aris Fandi Kurniawan mengaku harus menang lawan Persiku Kudus eks timnya.
Penulis: hermawan Endra | Editor: iswidodo
Laporan Trubun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN- Laga melawan Persiku Kudus merupakan pertandingan yang paling dinanti Stoper Persip Pekalongan, Aris Fandi Kurniawan.
Pertandingan itu baginya sarat akan emosinal. Pasalnya, tim yang akan dihadapinya merupakan mantan klubnya sendiri. Dimana tim tersebut merupakan cikal bakal dirinya berkiprah sebagai pemain profesional.
Pria yang musim ini bergabung dengan Persip Pekalongan itu menyatakan telah membela Persiku selama 3 tahun, dari 2006 hingga 2009.
"Awalnya dari Persiku Yunior, cuma mulai masuk pemain Junior dan langkah profesional saya bermain bola sejak tahun 2006-2009," jelas Pria yang juga didaulat pelatih menjadi kapten tim Persip itu.
Pemain yang juga lahir di Kudus pada 17 April 1988 lalu tersebut menyatakan menjadikan laga nanti sebagai ajang pembutian diri bahwa keputusannya untuk keluar dari tim Macan Muria merupakan keputusan yang tepat. Laga Persip Pekalongan menjamu Persiku Kudus digelar di Pekalongan Jumat 25 April sore.
Sehingga dia tak ingin pada laga nanti bermain buruk. "Jangan sampai kalah, karena telah memutuskan pindah, kalau saya kalah malu dong. Saya ingin membuktikan kalau langkah berpindah tempat yang saya lakukan benar dengan berada di tim yang kuat," katanya. (*)