Jembatan Seharga Rp 500 Juta Ambruk saat Dibangun
Jembatan gantung yang menghubungkan antara Desa Batu Begigi dengan Desa Sukamaju, Kecamatan Tanah Pinoh (Kota Baru) putus, Sabtu (24/5/2014) pagi.
TRIBUNJATENG.COM, MELAWI - Jembatan gantung yang menghubungkan antara Desa Batu Begigi dengan Desa Sukamaju, Kecamatan Tanah Pinoh (Kota Baru) putus, Sabtu (24/5/2014) pagi. Jembatan tersebut putus saat masih dalam proses pengerjaan.
Menurut keterangan tokoh masyarakat Kota Baru, Mad Adipun, putusnya jembatan tersebut karena tiang penyangga yang ada di Desa Batu Begigi terlepas, kemudian jembatan itupun langsung putus dan jatuh ke sungai.
"Sepertinya jembatan itu memang salah perencanaannya, saya juga tidak tahu persis, kenapa tahu-tahu bisa ambruk," kata Mad Adipun.
Mad Adipun mengungkapkan, jembatan tersebut merupakan proyek aspirasi yang dibangun pada tahun 2013 lalu. Dengan anggaran diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Kemudian pengerjaannya dilanjutkan menjelang pemilu 2014.
"Jembatan itu belum dipergunakan, karena masih dalam proses pengerjaan, sehingga tidak ada korban jiwa," tandasnya.
Dia mengatakan, sejatinya pembangunan jembatan di lokasi tersebut memang kurang tepat. Apalagi tak jauh dari lokasi itu sudah ada jembatan penghubung. Sementara di seberang jembatan rencananya akan dibangun kantor desa.
"Kita sudah pernah ingatkan saat akan membangun dulu, karena di lokasi seberang kan akan dibangun kantor desa, namun mereka ngotot, karena memang kalau dilihat dari azas manfaatnya kurang. Kita minta agar dipindahkan ke lokasi lain namun tidak diindahkan," kata dia.
Untuk itu, Mad Adipun berharap kepada pihak pelaksana bertanggung jawab untuk menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut, sehingga anggaran yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah tidak menjadi sia-sia.
"Biar bagaimanapun mereka tetap bertanggung jawab menyelesaikan jembatan itu supaya bisa dimanfaatkan masyarakat. Dan kita juga berharap pembangunan selanjutnya kualitasnya bisa maksimal, supaya saat dilalui masyarakat tidak membahayakan," katanya. (*)