MENYAMBUT RAMADAN 2014
Disperindag Solo Sidak ke Toko Grosir Temukan Produk Kedaluwarsa
Disperindag Solo Sidak ke Toko Grosir Temukan Produk Kedaluwarsa
Penulis: galih priatmojo | Editor: iswidodo
Laporan Tribun Jateng, Galih Priatmojo
TRIBUNJATENG.COM, SOLO- Toko grosir makanan ringan milik Sugiarto Gunawan pagi itu mendadak ramai. Rombongan petugas dari tim pemantau makanan dan minuman bersama beberapa anggota dewan langsung masuk ke gudang penyimpanan. Dari hasil pengecekan petugas Disperindag Solo, menemukan beberapa produk makanan ringan yang hendak dijualnya sudah habis masa berlakunya. Selain itu ada juga produk yang tidak berlabel di kemasannya.
Sugiarto Gunawan sang pemilik membantah sengaja menjual produk kedaluarsa. Dirinya berkilah bahwa produk tersebut luput dari pengawasannya setelah diterima dari produsen. "Biasanya kami lakukan pengawasan terhadap produk yang diterima, ini mungkin kelewat. Lagian itu barang titipan kok. Kalau kami tahu, pasti dipisahkan dan tidak dijual," ucapnya, Selasa (10/6).
Dirinya mengaku sudah ada pengecekan sejak barang diterima dari pemasok. Hanya terkadang terlewat karena saking banyaknya produk. Sugiarto pun berjanji akan mengembalikan barang tersebut ke pemasok untuk diganti dengan yang baru.
Selain produk yang habis masa berlakunya, tim juga menemukan beberapa produk yang dikemas dalam kardus diletakkan di atas lantai tanpa diberi alas. Cara penyimpanan seperti ini dianggap dapat membuat produk rentan terkontaminasi dengan kuman atau bakteri.
Terkait hal itu, Sugiarto mengaku sebelumnya pernah memakai penyangga kayu sebagai alas untuk meletakkan produknya, hanya saja lantaran kurang dan beberapa kayunya rusak akhirnya tidak dipakai semua.
"Sudah ada sebetulnya, tapi ada beberapa yang rusak dimakan rayap. Jadi saya taruh langsung di lantai. Asalkan tidak basah, tidak apa-apa," katanya.
Kabid Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Solo, Suhanto mengatakan pantauan dilakukan di tiga lokasi distributor makanan dan minuman. Dari hasil pantauan, tim menemukan ada makanan yang kadaluwarsa dan tanpa label. Selain itu ada juga sejumlah produk yang tempat penyimpanannya kurang layak sehingga berpotensi terkontaminasi oleh kuman atau bakteri.