Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ketua Lindu Aji Solo Jadi Sasaran Penembakan Orang Tak Dikenal

Percobaan pembunuhan dialami Ketua Dewan Muda Complex (DMC) Solo, Denny Nurcahyanto (46) di sekitar komplek perumahan Klodran Indah Tengah

Tayang:
Penulis: galih permadi | Editor: rustam aji

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Percobaan pembunuhan dialami Ketua Dewan Muda Complex (DMC) Solo, Denny Nurcahyanto (46) di sekitar komplek perumahan Klodran Indah Tengah, Kelurahan Klodran, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Selasa (17/6) sekitar pukul 22.30. Pria yang akrab dipanggil Dencis tersebut ditembak seorang tak dikenal ketika dirinya hendak menjemput putrinya di belakang kawasan Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Dencis yang juga Ketua Barisan Muda Indonesia (BMI) dan Lindu Aji Solo menceritakan malam kejadian sedang hujan deras. Sekitar pukul 22.00, dirinya bersiap menjemput anaknya yang sudah menunggu di belakang kawasan Kampus UNS Solo dengan mengendarai Mitsubishi Pajero Sport warna hitam nopol AB 1110 TE.

Ketika perjalanan keluar komplek perumahan, dirinya melihat dua orang menaiki sepeda motor Honda Beat warna putih berhenti di dekat tempat pembuangan sampah. Pengendara mengenakan jas hujan dan mengenakan helm, sementara pembonceng mengenakan helm dan jaket. Lalu pembonceng mengeluarkan pistol dan menembakkan proyektil ke arah kaca depan sopir.

Beruntung proyektil meleset karena mengenai wipper mobilnya. “Saya dengar suara tembakan tidak begitu keras “tor!” kayak air softgun. Kemudian ada timbul percikan api di bagian depan kemungkinan proyektil kena wipper,” kata Dencis, Rabu (18/6) ketika ditemui di rumahnya.

Dencis mengaku belum sadar ada percobaan pembunuhan. Dirinya baru sadar setelah tembakan kedua yang mengenai kaca pintu tengah sebelah kanan tembus ke pintu kaca depan sebelah kiri. “Saya masih bingung setelah tembakan pertama. Kemudian tembakan kedua terdengar suara tembakan keras “Dor!”. Kemudian saya tancap gas ke arah Banyuanyar. Keduanya kemudian memutar dan mengejar saya,” ujarnya.

Aksi kejar-kejaran terjadi di sepanjang dua kilometer Jalan Adi Soemarmo. Ketika tiba di dekat minimarket “Alfamart Banyuanyar”, Dencis melihat dari spion, kedua pelaku berusaha menyalip. Seketika itu, Dencis mendadak menginjak rem mobil yang membuat kedua pelaku terperanjat sehingga motor menabrak bagian belakang mobil.

Dencis kemudian meminggirkan mobil dan teriak “Maling...Maling!” dari dalam mobilnya. “Saya takut juga kalau mau mengejar karena mereka bawa pistol. Saya melihat pengendara yang pakai mantol terluka dan pembonceng berusaha memapahnya. Dan berusaha kabur,” ujarnya.

Tak berselang berapa lama terdengar suara tembakan dan terlihat seorang penjual Kebab, Juli Siswanto (22) tersungkur tertembak pada bagian lengan kanan. Peluru tembus hingga ke gerobak milik warga Badut RT 1 RW 8, Randusari, Slogohimo, Wonogiri. Kedua pelaku kemudian melarikan diri ke gang samping minimarket.

“Saya melihat ada warga yang tertembak karena berusaha mencegah kedua pelaku kabur. Saat itu memang ramai warga yang berteduh karena hujan,” kata Dencis.

Saksi mata Sri Suwarni (45) yang saat itu berjualan angkringan di dekat kejadian mengatakan dirinya melihat ada kecelakaan sebuah motor menabrak bagian belakang mobil. Kemudian kedua pengendara lari. “Saya kira kabur karena tidak mau bertanggung jawab sudah menabrak mobil. Saya kemudian teriak ke penjual Kebab,’Mas itu dihadang dulu karena nabrak mobil’, ngga tahunya bawa senjata kemudian menembak penjual kebab bagian kanan. Kemudian kabur ke utara kampung Dukuhan,” ujarnya.

Petugas Polresta Solo kemudian tiba di lokasi kejadian dan berusaha mengejar pelaku namun gagal menangkapnya. Rabu (18/6), petugas Polresta Solo dan Polres Karanganyar melakukan olah TKP di dua tempat berbeda. Kejadian dua kali tembakan diselidiki Polres Karanganyar, sementara penembakan di Banyuanyar ditangani Polresta Solo.

Dencis mengatakan percobaan pembunuhan kali pertama yang dia alami. “Saya merasa tidak pernah punya masalah dengan orang lain dan saya tidak pernah punya masalah bisnis. Mungkin saya sudah jadi target lama. Mereka mungkin sudah mempelajari aktivitas saya, sampai-sampai mereka tahu mobil saya. Kalau tembakan pertama tembus, pas sekali ke dada saya. Saya bersyukur, Allah masih melindungi saya,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved