Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Healthy

Waspadai Nyeri saat Haid

Setelah divonis endometriosis, Laksmi panik karena khawatir tidak bisa mempunyai keturunan

Penulis: muslimah | Editor: agung yulianto

LEBIH dari satu tahun menikah, Laksmita (29) belum dikarunia anak. Setelah memeriksakan diri ke dokter, ia mendapat vonis endometriosis. Saat ini, wanita yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta itu menjalani terapi hormon untuk memulihkan kondisi.

"Sebenarnya, saya iseng memeriksakan diri ke dokter. Karena menurut saya, kalau baru satu tahun menikah, masih wajar belum ada anak. Beberapa teman saya perlu waktu lebih lama menimang bayi," cerita Laksmi kepada Tribun Jateng, beberapa waktu lalu.

Ia pun menceritakan riwayat kesehatan kepada dokter kandungan. Sejak remaja, Laksmi sering diganggu sindrom pramenstrusi (PMS). Yang paling sulit ditangani adalah nyeri di perut bawah. Karena itu, Laksmi selalu membawa obat pereda nyeri di tas.

Setelah divonis endometriosis, Laksmi panik karena khawatir tidak bisa mempunyai keturunan. Jika hamilpun, risiko keguguran lebih besar.

"Tapi, dokter mengatakan saya tetap bisa punya anak. Yang penting tetap berusaha dan berdoa. Saat ini saya mendapatkan terapi hormon," imbuh Laksmi.

dr Arie Sutanto Sp OG dari SMC RS Telogorejo Semarang mengatakan, endometriosis merupakan penyakit yang terjadi di organ produksi wanita. Ini terjadi karena endometrium tumbuh tidak pada tempatnya, di dalam rahim, melainkan di luar rahim. Misalnya, di ovarium, di jaringan yang menunjang uterus, di saluran tuba falopi, di kandung kemih, dapat juga di antara vagina dan rektum.

"Gejala endometriosis yang paling kentara adalah rasa nyeri pada panggul atau perut bagian bawah saat menstruasi, dan sakit ketika melakukan hubungan seks. Penderitanya adalah wanita produktif atau masih mengalami menstruasi," jelas Arie.

Menurut Arie, endometriosis bisa terjadi karena faktor genetis atau keturunan. Namun, ada pula teori yang menyebutkan, endometriosis terjadi karena kemungkinan darah kotor (menstruasi) melimpah atau tumpah ke belakang rahim melalui saluran fallopian.

"Karena itu, jika mengalami gejala-gejala nyeri haid dan sebagainya, lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter. Karena sekarang kasus endometriosis ini sangat banyak terjadi," kata dr Arie.

Setelah dilakukan pemeriksaan, barulah dokter bisa melakukan tindakan lebih lanjut. Yang jelas, Endometriosis tidak bisa diobati secara tuntas karena ada kemungkinan kabuh. Namun, Arie mengatakan, melalui treatment yang tepat penderita endometriosis tetap bisa hamil. Bahkan, disarankan agar wanita tidak menunda kehamilan sebagai upaya pencegahan dari penyakit ini. (msi)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved