Breaking News:

Penyidikan Kasus Pengadaan Mesin Bordir Pemkab Kudus 2012 Dihentikan

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah telah menghentikan penyidikan kasus dugaan penyimpangan dana cukai jatah Kabupaten Kudus Tahun 2012

Penyidikan Kasus Pengadaan Mesin Bordir Pemkab Kudus  2012 Dihentikan

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah telah menghentikan penyidikan kasus dugaan penyimpangan dana cukai jatah Kabupaten Kudus Tahun 2012 yang digunakan untuk pengadaan mesin bordir senilai Rp 1,464 miliar.

Kepala Kejari Kudus, Amran Lakoni mengatakan, surat penghentian penyidikan perkara (SP3) kasus dugaan penyimpangan tersebut sudah diterimanya beberapa waktu lalu.

"Kami sudah terima SP3 dari Kejati terkait kasus tersebut," kata Amran Lakoni saat ditemui di kantornya, Senin (7/7/2014).

Menurut Amran, dikeluarkannya SP3 dalam kasus itu karena pihak penyidik tidak menemukan adanya penyimpangan yang terjadi. Selain itu, juga tidak adanya kerugian negara yang ditimbulkan atas pembelian enam mesin bordir yang diberikan kepada enam kelompok usaha bersama (KUB).

"Pemberian mesin bordir itu mungkin sudah sesuai sasaran dan aturan penggunaan dari dana bagi hasil cukai. Sehingga, tidak ditemukan penyelewengan dan kerugian," jelasnya.

Perlu diketahui, Pemkab Kudus telah melakukan pengadaan mesin bordir sebagai realisasi dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) pada tahun 2012. Sebanyak enam mesin bordir bantuan hibah sekitar Rp 250 juta per mesinnya itu dibagikan kepada enam KUB. Total anggaran yang digunakan untuk pengadaan enam mesin bordir tersebut sebesar Rp 1,464 miliar.

Namun, atas dasar Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas laporan keuangan pemerintah Kabupaten Kudus Tahun 2012, pengadaan mesin bordir tersebut kemudian dilaporkan oleh beberapa LSM di Kudus ke Kejati Jawa Tengah pada pertengahan Juli 2013 lalu. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: rustam aji
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved