Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

AKBP Hastri Jalankan Puasa di Antara Jenazah Korban MH17

Kasubid Dokpol Polda Jateng, AKBP dokter Sumy Hastry Purwanti mendapat tugas mengautopsi jenazah ratusan penumpang pesawat MH-17.

Penulis: adi prianggoro | Editor: tri_mulyono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sepekan sebelum Lebaran, Selasa (22/7), AKBP dokter Sumy Hastry Purwanti menerima kabar yang mengejutkan. Pada hari itu juga, Kasubid Dokter Kepolisian (Kasubid Dokpol) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jateng itu mendapatkan tugas harus berangkat mengautopsi jenazah ratusan penumpang pesawat MH-17 yang jatuh di Ukraina.

"Saya bangga mendapatkan tugas mulia ini. Namun satu sisi saya juga agak sedih karena harus jauh dari keluarga saat Lebaran nanti," tulis Hastry lewat aplikasi whatsapp kepada Tribun Jateng, Jumat (25/07/2014).

Hastry menceritakan, dirinya berada di pusat militer Belanda di Kota Hilversum, Amsterdam, untuk melakukan proses autopsi jenazah korban MH-17. Proses autopsi tersebut tidak dilakukan di Ukraina.

Hastry bekerja bersama 5 orang perwakilan dari Tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia. Di Amsterdam, Tim DVI Indonesia bergabung dengan tim lain dari Jerman, Belanda, Inggris, Australia, Malaysia, Belgia, dan Perancis.
Hastry merasa tidak terlalu asing di Belanda karena ia pernah menempuh pendidikan diploma forensik di negeri kincir angin tersebut, yakni University Groningen, pada tahun 2003.

Lulusan spesialis forensik di Fakultas Kedokteran Undip tahun 2005 ini telah banyak makan asam garam tentang seluk beluk autopsi, terutama terkait bencana. Di antaranya tanah longsor di Banjarnegara, gempa di Klaten dan Yogya, tsunami di Cilacap, tenggelamnya KM Senopati Nusantara, kecelakaan pesawat Garuda di Bandara Adisucipto Yogyakarta, dan letusan Gunung Merapi.

Hastry juga punya "super spesialis" karena pernah menempuh pelatihan khusus luka ledakan di Western Australia University pada 2011.

"Hampir tidak ada kendala saya melaksanakan tugas di sini (Belanda- Red), saya menikmatinya. Terlebih, saya juga sudah mengenal dokter-dokter dari negara-negara lain yang tergabung dalam tim autopsi korban MH-17," kata polwan kelahiran 23 Agustus 1970 ini.

Di Belanda, Hastry kesehariannya melakukan autopsi korban MH-17 mulai pukul 08.00 - 17.00 waktu setempat. Sosok polwan yang dikenal murah senyum ini melewati setiap menit ibadah puasanya "ditemani" jenazah-jenazah yang diidentifikasinya.

"Puasanya di sini (Belanda- Red) lebih panjang, imsak pukul 04.00 dan magrib-nya pukul 22.00. Kalau dihitung waktu puasanya selama 18 jam per hari," ujar istri dari dokter Hary Tjahjanto SPOG.

Lalu, apa rencana Hastry saat Lebaran nanti? "Saya tidak libur. Rencananya saya akan salat Id di Kantor Kedubes Indonesia (di Belanda) kemudian lanjut bekerja lagi," ujarnya. (A Prianggoro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved