JEMBATAN COMAL PUTUS

Kapolres Pemalang Berkilah Pungli Dimulai oleh Warga

Kapolres Pemalang, AKBP Dedi Wiratmo Berkilah Pungli Dimulai oleh Warga

Penulis: hermawan Endra | Editor: iswidodo
tribunjateng.com/hermawan endra
Kapolres Pemalang, AKBP Dedi Wiratmo mewanti-wanti agar anggotanya jangan Main-main Tugas di Jembatan Comal 

Laporan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG- Jembatan Comal yang ada di Kabupaten Pemalang saat ini masih dalam kondisi darurat. Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah telah memberi aturan hanya kendaraan yang memiliki berat dibawah 10 ton saja yang boleh melintasi Jembatan itu.

Bina Marga memberi kelonggaran kepada bus besar, kendaraan Pertamina, dan truk mengangkut kebutuhan sembako boleh melintas jembatan itu karena untuk kepentingan publik.

Namun kenyataannya di lapangan masih ditemukan kendaraan bertonase besar yang tidak sesuai ketentuan bisa melintasi jembatan itu. Bahkan ironisnya aturan itu justru dijadikan ladang uang bagi oknum tertentu.

Pada Sabtu (08/08/2014) dini hari, petugas dari satuan Lalu Lintas Polres Pemalang yang bertugas di Jembatan Comal ditangkap oleh Direktorat Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jateng. Dia diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada puluhan bahkan ratusan sopir truk yang hendak lewat di Jembatan Comal, Pemalang.

Padahal petugas yang bertugas di Jembatan Comal tidak hanya berasal dari Kepolisian setempat saja tetapi juga melibatkan Dinas Perhubungan dan TNI. Namun masih saja ada aksi pungli di Jembatan Comal.

Kapolres Pemalang, AKBP Dedi Wiratmo, mengatakan, yang memulai aksi tersebut bukanlah dari anggotanya melainkan masyarakat sekitar Jembatan Comal yang berusaha memanfaatkan peluang. "Ini kan bukan anggota langsung, jadi masyarakat yang turun. Jadi orang, masyarakat yang turun melobi-lobi sopir-sopir truk, mungkin dipikirnya polisi ini yang dapat membantu," kata AKBP Dedi Wiratmo.

Dia menilai tiga instansi yang bertugas di Jembatan Comal diantaranya Dinas Perhubungan, Polisi dan TNI telah melaksanakan tugas dengan baik. "Peran daripada tiga instansi saya rasa sudah jelas dan mereka mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sama. Cuman karena dipikirnya Polisi jumlahnya lebih banyak," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved