Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KEJUARAAN DUNIA TERJUN PAYUNG MILITER

Tiga Penerjun Chili Salah Mendarat di Lapangan Kota Barat

Tiga Penerjun Chili Salah Mendarat di Lapangan Kota Barat, saat latihan. Seharusnya mendarat di Stadion Manahan (17/9).

Penulis: galih permadi | Editor: iswidodo

Laporan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SOLO- Penerjun dari 46 negara peserta Kejuaraan Dunia Terjun Payung Militer ke-38 sudah tiba di Solo, Rabu (17/9). Sebagian dari peserta sudah mencoba latihan terjun (official jump training).

Tak terkecuali tim terjun payung asal Chili. Dalam latihan kemarin, tiga penerjun salah pendaratan yang seharusnya di Stadion Manahan, mendarat di lapangan Kota Barat.

Ketua Kontingen Tim Chili, Kapten Horacio Munaz mengatakan kejadian salah lokasi pendaratan lantaran kurang koordinasi dengan pilot saat lompatan pertama. “Lompatan pertama terjadi kesalahan sehingga salah lokasi pendaratan,” ujarnya.

Dalam kejuaraan tahun ini, Horacio menargetkan timnya bisa meraih juara. “Tentu kami targetkan juara tahun ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Brigjen Inf Endang Sodik mengatakan dalam latihan terjun terjadi dua kali salah pendaratan penerjun. Saat gladi bersih seorang penerjun pembawa bendera salah lokasi pendaratan lantaran salah satu kemudi macet.

“Penerjun akhirnya ikut angin kalau ditarik sebelah bisa berbahaya. Jadi turun mengikuti angin,” ujarnya. Lomba terjun ini akan resmi dibuka pada 19 September 2014.

Sedangkan kejadian tiga penerjun asal Chili, Endang memperkirakan ketiga penerjun salah orientasi lokasi penerjunan (mis oriented). “Itu karena mereka baru pertama latihan terjun, sehingga salah melihat lokasi penerjunan. Makanya kami berikan official jump training untuk mengenal lokasi, cuaca, dan orientasi,” ujarnya.

Seorang penerjun asal Indonesia, Serka Petrus Riyadi Subagyo mengatakan selama penyelenggaraan terjun payung dunia, tahun ini paling sulit lantaran kondisi angin dan cuaca. “Baru kali ini diselenggarakan di stadion, sebelumnya di lapangan terbuka. Ketika akan mendarat ada turbulensi yang akan menyulitkan penerjun,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved