Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

GUNUNG SLAMET SIAGA

Mahasiswa Unsoed Purwokerto Bagikan Masker kepada Warga di Banyumas

Mahasiswa Unsoed Purwokerto Bagikan Masker kepada Warga di Banyumas yang terdampak erupsi Gunung Slamet

Penulis: fajar eko nugroho | Editor: iswidodo

Laporan Tribun Jateng, Fajar Eko Nugroho

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Mahasiswa Program Studi Teknik Geologi Fakultas Sains dan Teknik (FST) Unsoed Purwokerto, Jawa Tengah membagikan masker kepada sejumlah warga yang terkena dampak erupsi Gunung Slamet. Pembagian masker itu dilakukan oleh  Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) "dr. Bumi"  kepada warga di Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas.

"Kegiatan ini merupakan suatu bentuk realisasi dari program kerja Divisi Humas HMTG "dr. Bumi" Unsoed bertajuk "Dokter Bumi Peduli Bencana," ujar Koordinator Divisi Humas HMTG "dr. Bumi", Prasetya Heriyan Saputra, Minggu (21/9/2014).

Menurut dia, masker tersebut merupakan sumbangan dari para anggota himpunan yang dibagikan secara cuma-cuma ke rumah-rumah warga.

Selain itu, para Anggota HMTG "dr. Bumi" Unsoed yang membagikan masker kepada warga mengenakan jaket orange yang merupakan kebanggaan sekaligus ciri khas dari Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) "dr. Bumi" Unsoed ini.

Sebagaimana diberitakan Tribun Jateng,  berdasarkan pos pengamatan Gunung Slamet di Gambuhan Pemalang, aktivitas yang terpantau pada Rabu (17/9) hingga Kamis (18/9) terjadi letusan abu tebal kehitaman yang disertai dengan suara dentuman berintensitas sedang yang juga memunculkan hujan pasir atau abu vulkanik.

Akibat letusan tersebut, daerah yang berada di sekitar Gunung Slamet terkena hujan pasir dengan ketebalan beragam, tergantung pada radius daerah tersebut terhadap Gunung Slamet.

"Sampai saat ini, masih banyak warga yang masih awam terhadap dampak yang bisa ditimbulkan dari hujan pasir ini. Bisa saja pasir yang terbawa bersama letusan abu mengandung silika, kalau terhirup dan masuk ke dalam sistem pernapasan bisa bahaya karena bentuk kristalnya ini tajam ujungnya," jelas dia.

Dia menambahkan, Kegiatan serupa juga akan kembali dilaksakan Senin (22/9), dengan target warga di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved