HARI RAYA KURBAN
Rusdiana Tegur Petugas Pemotong Hewan yang Merokok
Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, W.P Rusdiana menegurPetugas Pemotong Hewan yang Merokok
Penulis: yayan isro roziki | Editor: iswidodo
Laporan Tribun Jateng, Yayan Isro Roziki
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, W.P Rusdiana, ditemani stafnya memantau langsung penyembelihan hewan kurban, di beberapa lokasi di Semarang, Minggu (5/10).
Saat di Masjid Raya, Rusdiana mendapati seorang petugas pemotong hewan, merokok saat menguliti sapi kurban.
Tak pelak, ia pun langsung menegur petugas tersebut. "Eh, pak jangan merokok saat menguliti kurban, gak boleh," tegurnya. Petugas itu pun langsung mematikan rokoknya.
Menurut Rusdiana, selain tak sesuai standar kebersihan, merokok saat menguliti atau menangani hewan kurban dapat mengganggu konsentrasi.
"Pori-pori daging sapi itu kan besar-besar, kalau terkena nikotin atau abu rokok nanti kan berpotensi jadi penyakit," ucapnya.
Disampaikan Rusdiana, dari beberapa tempat yang dipantau, penanganan hewan kurban pascapemotongan memang kurang higienis dan memenuhi standar kesehatan. Termasuk, di masid-masjid besar di Semarang.
"Di MAJT misalnya, harusnya saat menguliti, hewan kurban dilapisi perlak atau sejenisnya, tapi saya lihat tadi tidak, langsung terkena tanah," ujar dia.
Oleh karena itu, menurut Rusdiana, tahun depan perlu diberikan pelatihan pemotongan dan penanganan hewan pascadisembelih, lebih intensif kepada petugas pemotong hewan kurban. Menurutnya, tahun ini pun sebenarnya sudah dilakukan pelatihan, sekitar dua bulan lalu.
"Tapi kemarin hanya untuk 60 orang yang terdiri dari juru sembelih dan takmir masjid, tahun depan harus ditambah lagi kapasitasnya," ucap dia. (*)