Breaking News:

PELECEHAN SEKSUAL

Hilangkan Trauma, Korban Kekerasan Seksual di Solo Diajari Membatik

Sebanyak 10 anak perempuan korban kekerasan seksual diajari membatik di kantor Yayasan Kepedulian untuk Anak (Kakak) Solo.

Penulis: galih permadi | Editor: iswidodo
tribunjateng.com/galih permadi
Sebanyak 10 anak perempuan korban kekerasan seksual diajari membatik di kantor Yayasan Kepedulian untuk Anak (Kakak) Solo. 

Laporan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SOLO-  Sebanyak 10 anak perempuan korban kekerasan seksual diberi pelatihan membatik di kantor Yayasan Kepedulian untuk Anak (Kakak) Solo, Purwosari, Jumat (10/10) siang. Pelatihan diberikan Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institus Seni Indonesia (ISI) Solo.

Mereka tampak asyik memberi warna pada motif batik seakan melupakan kasus yang dialami. Sesekali mereka bertanya kepada seorang pengajar tentang warna yang digoreskan.

Ketua tim kegiatan yang juga dosen ISI, Basnendar Herry mengatakan kegiatan ini dibiayai oleh Hibah Iptek bagi Masyarat (IBM) DIKTI tahun 2014 untuk memberikan ketrampilan bagi anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

“Kami beri pengenalan tentang pembuatan batik dan pelatihan pembuatan batik agar bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pendapatan,” ujarnya.

Dari kegiatan ini pula, kata Basnendar, akan dilakukan penelitian alternatif terapi psikologi bagi korban. “Kami lakukan penelitian apakah dengan seni membatik bisa digunakan sebagai terapi buat mereka. Kami lakukan 6-8 pertemuan,” ujarnya.

Seni, menurut sekretaris Yayasan Kakak, Rita Hastuti merupakan salah satu cara untuk menghilangkan trauma (trauma healing) akibat kekerasan seksual. “Melalui seni seperti membatik atau menari tanpa disadari bisa mencurahkan isi hati paling dalam. Mereka juga dilatih mengontrol emosi dan bisa mengalihkan rasa tidak percaya diri,” ujarnya.

Rita mengatakan sebagian dari mereka dieksploitasi kemudian terjadi kekerasan seksual. Eksploitasi misalnya berawal dari ajakan teman ditawari bekerja ternyata dikasih ke orang lain yang membayar untuk hubungan seksual.

Hingga September 2014, Yayasan Kakak menangani sekitar 28 kasus kekerasan seksual pada anak usia di bawah 18 tahun di se-eks karisidenan Surakarta. “Kota Solo terjadi sekitar 15 kasus yang dilaporkan ke pihak kepolisian. Korban usia paling muda yakni anak TK,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved