Breaking News:

SOSIAL MEDIA

Polda Jateng: Dua Aktivis Ditahan Karena Menghina Walikota Tegal

Polda Jateng menahan dua aktivis karena mereka diduga menghina Walikota Tegal di media sosial.

Penulis: adi prianggoro | Editor: iswidodo
tribunjateng/WAHYU SULISTYAWAN
POLDA Jateng menunjukkan barang bukti print out dari akun facebook aktivis yang menghina Walikota Tegal Siti Masitha, Jumat 10 Oktober 2014 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kritikan atau "kicauan" lewat jejaring sosial  membuat seorang pemilik akun facebook ditangkap oleh polisi. Kali ini menimpa aktivitis lembaga LSM asal Tegal. Mereka yakni Ketua LSM Humanis, Agus Slamet (39), dan anggota LSM Amuk, KR alias Udin (41).

Keduanya ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi Unit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, Kamis (09/10/2014) dini hari. Penangkapan dilakukan di rumahnya masing-masing di Tegal.

"Kami menangkap keduanya atas dugaan transaksi elektronik," kata Direktur Reskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Poerbo Hadijoyo.

Djoko menjelaskan, ada 3 orang yang merasa namanya tercemar atas kicauan kedua tersangka di facebook. Mereka yakni Walikota Tegal Siti Masitha, seorang anggota DPRD Tegal, Ahmad Suprianto, dan seorang pengusaha Amir Mirza Hutagalung. "Namun pelapornya hanya satu orang yaitu Amir Mirza Hutgalung, yang juga ketua tim sukses Walikota Tegal," terang Djoko.

Djoko mengungkapkan, kedua tersangka memposting foto dan komentar-komentar yang tidak pantas dan bermuatan penghinaan. Atas tindakan tersebut, penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng telah melakukan pengkajian dengan menghadirkan saksi ahli dari ahli bahasa Undip serta Kementerian Komunikasi dan Informasi.

"Pencemaran nama baik itu dilakukan beberapa kali selama periode Februari - September 2014. Kami lakukan tracing kemudian menemukan pemilik akun facebook tersebut. Kini kedua akun facebook itu sudah kami ambil alih berikut passwordnya."

Saat ditanya latar belakang tersangka melakukan dugaan pencemaran nama baik, Djoko menyatakan masih melakukan penyelidikan. Keduanya kini sudah ditahan di sel Mapolda Jateng di Semarang.

Polisi menyita barang bukti dari kedua tersangka berupa dua buah laptop, 3 buah handphone, 3 buah modem, dan data digital. Jeratan pasalnya yaitu Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved