Tusuk Gigi Borax Siswi SMAN 3 Semarang Raih Emas Internasional

Tusuk Gigi Borax Siswi SMAN 3 Semarang Raih Emas Internasional

Penulis: rival al manaf | Editor: iswidodo
tribunjateng/rival almanaf
Tusuk Gigi Pendeteksi Borax Siswi SMAN 3 Semarang Raih Emas Internasional 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua siswi SMAN 3 Semarang Dayu Laras Wening dan Luthfia Adila berhasil meraih medali emas National Young Inventors Award atas karya nya 'Stick Of Borax Detector'. Dalam acara penghargaan terhadap penemu muda itu mereka menyingkirkan beberapa penemu lainnya dari banyak negara.

'Stick Of Borax Detector' sendiri adalah alat pendeteksi kandungan Borax di berbagai makanan. Berbentuk semacam tusuk gigi, cara menggunakannya hanya tinggal ditusukakn ke makanan.

"Ditunggu hanya maksimal lima detik, jika nanti warna tusuk giginya berubah merah maka berarti makanan itu mengandung borax," ucap Dayu Laras Wening, kepada Tribun Jateng, Selasa (4/11/2014).

Gadis yang akrab disapa Wening itu menjelaskan awalnya dia sempat prihatin melihat berita di media banyaknya jajanan atau makanan yang mengandung Borax. Dari situlah Ide untuk membuat Stick Of Borax Detector muncul.

Dua gadis yang juga bersahabat itu menyatakan sudah sejak lama membuat alat itu. "Sebelumnya produk kami sudah berhasil menjadi juara nasional, dan alhamdulilah kemarin dipanggil lagi untuk yang tingkat internasional dan menjadi juara," imbuhnya.

Meski menjadi juara, namun mereka berdua mengaku sempat sedikit minder dengan penemuan para pesaingnya. "Saat di stand, sempat ada yang bilang 'seperti ini kok bisa lolos?'" terang Wening mengulang.

Dila juga sempat minder karena melihat pesaingannya dari luar negeri yang difasilitasi dengan teknologi canggih.

"Sempet nggak nyangka sih bisa raih emas, karena melihat lawan dan komentar bapak-bapak itu," ucapnya. (*)

Keterangan : Borax / Boraks (bleng/cetitet) tidak aman dikonsumsi sebagai makanan. Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks memang tidak serta berakibat buruk terhadap kesehatan tetapi boraks akan menumpuk sedikit demi sedikit karena diserap dalam tubuh konsumen secara kumulatif.

Seringnya mengonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguan otak, hati, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkan demam,  koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, hingga kematian.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved