SUBSIDI BBM DICABUT
Jelang Kenaikan BBM, Kapolda Jateng Irjen Noer Ali Kunjungi Kudus
Kapolda Jateng, Irjen Pol Noer Ali, mengunjungi Mapolres Kudus, Jumat (7/11) pagi.
Penulis: yayan isro roziki | Editor: iswidodo
Laporan Tribun Jateng, Yayan Isro Roziki
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS- Kapolda Jateng, Irjen Pol Noer Ali, mengunjungi Mapolres Kudus, Jumat (7/11) pagi. Rombongan Kapolda tiba di Mapolres sekitar 08.30, disambut oleh Kapolres Kudus AKBP Bambang Murdoko, Bupati Kudus Musthofa, Dandim 0722/Kudus Letkol (Arh) M. Ibnu Sukhelan, dan jajaran Muspida plus lainnya.
Selain memberi arahan anggota, dalam kesempatan itu, Kapolda juga memeriksa senjata dan peralatan keamanan milik Polres. Di antaranya, beberapa pucuk revolver, senapan serbu, perahu karet, dan juga rompi anti peluru.
"Ini benar anti peluru? Sudah ditest? Coba pakai, ambil senapan dan tembak, aman gak," ucap Kapolda.
Namun, tak seorang pun anggota yang kemudian memnuhi permintaan Kapolda. Hanya, seorang anggota mengatakan bahwa rompi tersebut telah lulus tes keamanan di laboratorium.
"Siap. Sudah melalui serangkaian tes di laborat," ujar Kapolres Kudus, AKBP Bambang Murdoko.
Kapolda menandaskan, seluruh alat keamanan Polri harus benar-benar memenuhi standart. "Jangan sampai ada insiden seperti di Poso, kita pernah punya pengalaman kurang bagus di sana," tandas Kapolda.
Disinggung mengenai adanya rencana kenaikan BBM, menurut Kapolda, pihaknya selalu siap mengamankan situasi dan keamanan. Kapolda akan menindak tegas jika ada pihak-pihak yang coba melakukan penimbunan BBM.
"Kita pantau di setiap wilayah, apakah ada indikasi penimbunan. Kalau ada tindak tegas," ucapnya.
Menurut dia, ada beberapa titik yang biasa rawan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Di antaranya, pelabuhan dan pabrik. "Kapal dan pabrik yang harusnya gunakan harga keekonomian, menggunakan BBM bersubsidi, kita pantau terus," tandas dia. (*)