SBY Ngaku Menyepi Setelah Tak Jadi Presiden
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku, jika memang selama satu bulan terakhir ini dirinya sengaja menghilang dari ranah publik.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku, jika memang selama satu bulan terakhir ini dirinya sengaja menghilang dari ranah publik. SBY berdalih ingin melakukan konsolidasi setelah sepuluh tahun lamanya memimpin Indonesia.
"Sebenarnya satu bulan ini saya ingin konsolidasi, menyepi, untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa," kata SBY saat menghadiri reuni Akabri angkatan 1973 di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (7/11/2014) malam.
SBY mengatakan, selama menjabat sebagai presiden tak jarang pikirannya selalu terbebani banyak mengenai kehidupan sosial masyarakat. Bahkan tak jarang pula, ketika ia tidur sekalipun, dirinya memimpikan nasib masyarakat kecil yang tinggal dari Aceh sampai Papua.
"Dulu ketika sedang minum kopi bahkan tidur tengah malam tidak bisa menikmati karena pikiran saya mengembara kemana saja," kata dia.
Kini, kata dia, setelah tak lagi menjabat sebagai presiden tentu banyak aktivitas lain yang dapat dilakukan. Aktivitas yang dilakukan tentu lebih rileks daripada sebelumnya.
Namun demikian, SBY mengingatkan, agar semua pihak dapat mendoakan pemerintahan saat ini yang dipimpin Presiden Joko Widodo. Ia berharap, agar Jokowi dapat menjadi pemimpin yang amanah dan bertanggungjawab.