SUCCESS STORY
Roby Pernah Jualan Jersey Lokal Namun Kurang Laku
Roby Pernah Jualan Jersey Lokal Kurang Laku. Dia siap menjual produ jersey
Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Roby Susetyo Wibowo owner Pusat Jersey Semarang juga pernah menjual jersey klub lokal. Namun penjualan jersey lokal tidak selaku jersey luar negeri.
Pernah menjual jersey tim lokal Indonesia?
Jujur, penjualan jersey tim lokal tak seramai jersey klub luar negeri. Tapi, sebagai pecinta sepak bola, tentu saya tidak akan mengabaikan rasa kelokalan. Saya sempat bekerjasama dengan tim apparel PSIS Semarang.
Sayang, persoalan tim dan pihak manajemen yang sempat terjadi membuat kerjasama berakhir. Tapi, saya berinisiatif menjual jersey PSIS Semarang secara mandiri dan atas sepengetahuan manajemen.
Sempat berjalan mulus tapi lagi-lagi terganjal masalah status PSIS yang tidak tahu bagaimana. Tetapi, selama saya dipercaya menjual produk jersey original PSIS Semarang, tetap akan saya jual.
Bagaimana Anda menghadapi persaingan bisnis serupa?
Persaingan pasti ada dan wajar. Lagipula, saya jualan jersey karena permintaan teman-teman reseller di Semarang jadi saya tidak merasa bersaing dengan mereka. Tapi, ada yang membedakan bisnis saya ini dengan bisnis serupa yang sudah ada. Yakni, meski menjual jersey non-orisinal, saya tetap menyediakan yang berkualitas tinggi (top grade).
Nyaris mirip asli tapi harganya terjangkau. Bahkan, kalau ada yang minta orisinal, saya sediakan karena kami sudah bekerjasama dengan Nike Indonesia. Keunggulan ini yang membuat kami merasa bisa bersaing.
Pengembangan seperti apa yang ingin Anda lihat?
Tak sedikit yang meminta saya menjual merchandise tim terntentu. Tapi, saya tidak bisa merealisasikan karena ingin fokus menjual jersey. Justru, keinginan terbesa saya, memiliki rumah pamer sebagai tempat memajang koleksi jersey dan tanda tangan pemain sepak bola kebanggaan.
Pengunjung akan dikenai tiket masuk Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per orang sekali masuk. Hasilnya, disumbangkan untuk pembinaan dan pengembangan sekolah sepak bola (SSB) di Semarang. Ini impian yang ingin segera terealiasi. Kalau punya toko, saat ini bukan prioritas. Saya lebih enjoy seperti saat ini. (tribunjateng/deni setyawan)