Harga BBM Naik
Pertamina Sebut Harga Keekonomian Premium Rp 8.600
PT Pertamina (Persero) mengungkapkan, harga keekonomian bahan bakar minyak mesti dilihat secara rata-rata dalam kurun setahun
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengungkapkan, harga keekonomian bahan bakar minyak mesti dilihat secara rata-rata dalam kurun setahun, dan bukan hanya sekarang ini.
"Harus dilihat juga realisasi dari Januari 2014, dan jangan hari ini saja. Jadi, harga rata-rata," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya di Jakarta, Senin (17/11/2014).
Menurut dia, harga keekonomian minyak mentah rata-rata sejak Januari 2014 masih di atas 100 dollar AS per barel. Saat ini, harga minyak mentah dunia anjlok hingga di bawah 80 dolar per barel.
Sementara, harga rata-rata patokan minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) periode Januari-Oktober 2014 tercatat 102,32 dollar per barel.
Secara berurutan, ICP Januari 2014 adalah 105,8 dollar AS per barel, Februari 106,08 dollar AS, Maret 106,9 dollar AS, April 106,44 dollar AS, Mei 106,2 dollar AS, dan Juni 108,95 dollar AS.
Mulai Juli ICP terus turun menjadi 104,63 dollar AS per barel, Agustus 99,51 dollar AS, September 94.97 dollar AS, dan Oktober 83,72 dollar AS.
Sementara itu, Wakil Presiden Komunikasi Pertamina Ali Mundakir menambahkan, pada harga minyak 80 dollar AS per barel, maka harga produk BBM jenis premium di pasar internasional 90 dollar per barel.
"Dengan kurs Rp 12.000 per dollar AS, maka harga keekonomian premium adalah Rp 8.600 per liter," ucapnya.
Adapun pada harga minyak 100 dollar AS per barel, harga produk 110 dollar AS per barel, dan kurs Rp 12.000 per dollar AS, maka harga keekonomian premium sekitar Rp 10.000 per liter.
Ali mengatakan, penurunan harga minyak mentah saat ini merupakan anomali, sehingga mesti diwaspadai dengan hati-hati. "Kalau faktor supply and demand, maka mestinya penurunan tidak sedrastis sekarang ini. Jadi, harus tetap waspada," katanya.
Pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi per Selasa (18/11/2014) pukul 00.00 WIB. Harga premium menjadi Rp 8.500 per liter, dan harga solar menjadi Rp 7.500 per liter.(*)