Harga BBM Naik

Polres Semarang Bekuk Penimbun BBM di Sumowono

Polres Semarang Bekuk Penimbun BBM di Sumowono

Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo
tribunjateng/deni setiawan
Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad menggali informasi aksi Sudardi (59) saat menimbun BBM, Rabu (19/11/2014). 

Laporan Tribun Jateng, Deni Setyawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN-  Hampir dua pekan atau mulai 31 Oktober hingga 10 November 2014 kemarin, Sudardi (59) beraksi. Menggunakan satu unit mobil Toyota Hiace bernopol H 9431 MC, warga Jalan Sukorini Nomor 61 Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang itu memasok premium untuk disimpan di dalam drum bekas oli.

Dia melancarkan aksinya dengan cara mengisi full mobilnya sekitar 30 liter premium kemudian disedot menggunakan selang ke drum. Hasil pengisian bahan bakar minyak (BBM) itu disimpan di gudang belakang rumah dan ditutupi genteng. Dalam 11 hari itu, Sudardi berhasil mengumpulkan sebanyak lima drum. Masing-masing drum berisi 200 liter premium.

Tidak hanya premium, dia pun menimbun solar. Untuk mengangkutnya, dia menggunakan mobil Mitsubishi L300 sebanyak empat buah jeriken dan disimpan di satu drum. Setidaknya ada sekitar 150 liter. Apabila dirata-rata, sebanyak tiga kali dia beraksi dalam sehari. Modal dalam penimbunan itu yakni sekitar Rp 7,3 juta. Harapannya, sebagai persiapan setelah dipastikan harga BBM Bersubsidi naik dan dia bisa untung dua kali lipat.

"Saya beli premium dan solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Gedongsongo Sumowono Kabupaten Semarang. Rencana mau saya jual secara eceran di rumah. Maksud hati hendak stok BBM banyak, eh ketahuan," jelas Sudardi kepada Tribun Jateng, Rabu (19/11) di Polres Semarang.  

Dia mengklaim, aksi penimbunan yang dilakukan itu secara spontanitas dan baru pertama kali karena berniat ingin memperoleh keuntungan berlipat ganda. Karenanya wiraswastawan itu memberanikan diri menyiapkan modal. Begitu sudah dipastikan harga BBM Bersubsidi naik, dirinya menjualnya kepada para pengendara.

"Saya bukan jaringan penimbun. Semua murni dari niatan pribadi. Kemarin Selasa (18/11) harga BBM naik, mau jual malah digeledah polisi. Ketika itu saya baru pulang dari Jakarta acara keluarga. Eh, ternyata ada warga (tetangga) yang tahu dan lapor ke polisi," ucapnya.

Kapolres Semarang AKBP Muslimin Ahmad menyampaikan, diketahuinya ada dugaan aksi penimbunan BBM atas dasar laporan warga setempat. Sejumlah petugas pun kemudian menindaklanjutinya. Dalam beberapa hari pihaknya menyelidiki (memantau) aktivitas tersangka. Pasca pengumuman kenaikan harga BBM, dia hendak mulai berjualan.  (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved