Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pesawat Airasia Jatuh

Dikira Bangkai Pesawat, Ternyata Bangkai Kapal yang Sudah Berkarat

Pasukan penyelam gabungan dari TNI Angkatan Laut yang diterjunkan dari KRI Banda Aceh telah menyelam di tiga titik koordinat

Editor: rustam aji

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA — Pasukan penyelam gabungan dari TNI Angkatan Laut yang diterjunkan dari KRI Banda Aceh telah menyelam di tiga titik koordinat yang diduga sebagai lokasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8510 di Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Namun, sejauh ini, hasilnya nihil. Barang yang ditemukan di dalam laut justru bangkai-bangkai kapal yang sudah lama karam.

"Sudah kami selami sampai ke dasar, ternyata sudah sangat berkarat dan banyak lumutnya. Ini sih bangkai kapal, bukan pesawat," kata Komandan Komando Pasukan Katak Wido Dwi di KRI Banda Aceh, Rabu (7/1/2015).

Titik koordinat pertama adalah di 03.54.48 Lintang Selatan dan 110.31.40 Bujur Timur berdasarkan bayangan pesawat yang dilihat dari pesawat Hercules.

Titik koordinat kedua, 03.54.41 Lintang Selatan dan 110.31.07 Bujur Timur berdasarkan sonar yang diterima oleh KRI Bung Tomo. Adapun titik koordinat ketiga adalah di 03.55.52 Lintang Selatan dan 110.33.80 Bujur Timur yang didapat kapal perang Amerika, US Sampson 102.

Saat ini, para penyelam masih menunggu koordinat baru dari kapal pencari yang memiliki alat deteksi. Begitu titik koordinat didapat, tim siap kembali terjun memastikan posisi pesawat.

"Kita ini ibaratnya hanya tangan. Mata yang mencari ya kapal-kapal lain. Kalau ada perintah, kita jalan," ujarnya.

Adapun penyelaman mulai dilakukan sejak Minggu (4/1/2015) lalu. Pasukan pertama yang diterjunkan terdiri dari 17 orang. Setelah menemukan titik koordinat baru, pasukan kedua dengan jumlah yang sama rencananya akan menggantikan pasukan pertama. Jumlah penyelam secara total adalah 57 orang.(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved