Pasar Bulu Semarang
Walikota Tanyai Triyoto Kenapa Pedagang Daging Jadi 100 Orang
Walikota Tanyai Triyoto Kenapa Pedagang Daging Jadi 100 Orang, padahal semula hanya sekitar 50 orang saja.
Penulis: adi prianggoro | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - "Kok isa 104 pedagang ya? Liane saka endi?," kata Walikota Hendrar Prihadi dengan wajah penuh tanya dan kebingungan saat di hadapan pedagang daging Pasar Bulu, Rabu (07/01/2014) pagi.
Hendi, demikian sapaan akrab Hendrar Prihadi, terheran-heran saat melakukan inspeksi mendadak di pasar yang pembangunannya menelan Rp 68 miliar tersebut. Hendi yang memakai baju batik datang sendirian tanpa didampingi sejumlah pejabat lain.
Saat berada di area penjualan daging di lantai II, Hendi kaget mendapati jumlah pedagang daging tercatat 104 pedagang, padahal kata pedagang, hanya berjumlah sekitar 50 orang saja.
Hendi kemudian menanyakan persoalan tersebut kepada Kepala Dinas Pasar, Triyoto, yang tak lama berselang tiba di Pasar Bulu. "Ini bagaimana ceritanya pedagang sampai 100 orang lebih. Bagaimana ceritanya?," tanya Hendi kepada Triyoto di hadapan para pedagang.
Triyoto tak bisa menjawab. Dia hanya diam saja mendapat pertanyaan dari Hendi. Triyoto kemudian berinisiatif mengumpulkan seluruh pedagang daging di Pasar Bulu pada Rabu (07/01) siang.
Temuan lain yakni Hendi melihat los bagian daging hanya sebagian yang dipasangi keramik. Bagian dinding untuk menempatkan daging tidak dikeramik. Hal itu menimbulkan kekawatiran pedagang bila losnya cepat kotor terkena daging. Selain itu, di sana juga belum terpasang adanya besi "cantolan" untuk menempatkan daging dagangan milik para penjual. (*)