Kondisi Sejumlah Jalan di Kabupaten Kendal Rusak Parah
Safriudin mengeluhkan sejumlah jalan rusak di Kabupaten Kendal.
Penulis: YS adi nugroho | Editor: rustam aji
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Safriudin mengeluhkan sejumlah jalan rusak di Kabupaten Kendal. Bahkan, warga Plantaran, Kendal, tersebut menyebut ada beberapa jalan yang berubah menjadi kolam setiap kali turun hujan.
Safriudin menerangkan, aspal rusak penuh lubang dan genangan air terdapat di Jalan Srogo, Kaliwungu Selatan, serta Jalan Sekopek, Kaliwungu. Lubang di dua jalan itu mencapai kedalaman 20 sentimeter.
Lalu, di Jalan Kaliwungu-Boja, sebutnya, kontur aspal bergelombang. Di beberapa titik, imbuh Safriudin, terdapat pula lubang cukup lebar dan dalam.
"Di Darupono, kondisi jalan juga demikian. Ditambah, penerangan sama sekali tidak ada. Akibatnya, kalau malam, pengendara kerap terperosok," paparnya, Minggu (11/1).
Hal senada diungkapkan oleh Kholifah, warga Kaliwungu. Menurutnya, beberapa jalan di daerahnya kini dalam kondisi hancur. Ia mencontohkan Jalan Kyai Haji Ashari, yang selalu berubah menjadi kolam manakala hujan datang.
"Jalan yang sudah diperbaiki dan dibeton (rigid) pada pertengahan tahun lalu pun tak lagi halus. Beton di Jalan Sekopek, Kaliwungu, tampak mengelupas. Pengelupasan mencapai kedalaman dua sentimeter," urai Kholifah.
Kabid Bina Marga Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Energi, dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Kendal, Sugeng Prayitno, mengakui hal tersebut. Menurutnya, kerusakan sejumlah jalan di Kabupaten Kendal tercatat sepanjang 342,5 kilometer.
"Jalan yang telah dibeton pada tahun lalu, mengalami kerusakan satu blok. Ada kesalahan pengecoran. Kami tidak bersedia membayar satu blok itu," jelasnya.
Sugeng melanjutkan, selain kesalahan pengecoran, ada perbaikan jalan yang tidak sesuai standar. Sebagai misal di daerah Putat Pegandon.
Proyek jalan tersebut, merujuk kepada kesepakatan awal, biaya kontrak kerja senilai Rp 940 juta. Namun, katanya, Rp 115 juta tidak dibayarkan karena ada ketidaksesuaian standar jalan.
"Kami memutuskan agar pihak ketiga membongkar ulang dan memperbaiki jalan. Dengan demikian, pada kemudian hari, tidak akan ada masalah," tutur Sugeng.
Ia merinci, pada 2015, bakal diadakan sejumlah paket perbaikan. Khusus program peningkatan jalan, ada 29 paket, antara lain di Plantaran Sidorejo, Putat Pegandon, serta Weleri Sedayu.
"Pemeliharaan berkala ada 14 paket, semisal di Kebondalem Dampal dan Sedayu Sojomerto. Dana alokasi khusus ada tujuh paket, antara lain di Sukorejo Beringinsari serta Jembatan Semanding Jengkol," kata Sugeng.
Program bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) ada tiga paket, drainase dan gorong-gorong 13 paket, perbaikan dan pembuatan talud empat paket, dan rehabilitasi pemeliharaan jembatan empat paket.
"Pada 2015, total anggaran perbaikan jalan di Kabupaten Kendal mencapai Rp 78 miliar. Bantuan dari Pemprov Jateng sebesar Rp 12 miliar," bebernya.
Sugeng menambahkan, dari awalnya sepanjang 770,9 kilometer, kerusakan jalan di Kabupaten Kendal pada 2013 sebesar 52 persen. Selepas perbaikan pada 2014, kerusakan jalan tercatat 44,43 persen. (ysn)
Edisi Cetak Tribun Jateng, Senin (12/1)