Tribun Community

Komunitas Burung Independen Semarang Gelar Lomba Tiap Kamis

Komunitas Burung Independen Semarang Gelar Lomba Tiap Kamis di Taman Rekreasi Wonderia Semarang

Komunitas Burung Independen Semarang Gelar Lomba Tiap Kamis
tribunjateng/m sofri kurniawan
Komunitas Burung Independen Semarang Gelar Lomba Tiap Kamis di Taman Rekreasi Wonderia Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Halaman Taman Rekreasi Wonderia Semarang Kamis (22/1), sekitar pukul 13.00, terlihat lengang. Hanya ada beberapa orang yang tengah menyantap mi instan di kedai tak jauh dari lokasi.

Mereka adalah anggota Komunitas Burung Independen Semarang yang siap menggelar latihan di halaman wahana rekreasi yang ada di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang, itu. Setiap Kamis, halaman tempat rekreasi itu memang berubah menjadi arena lomba burung. Bukan untuk lomba namun ajang latihan burung kontes milik anggota Komunitas Burung Independen Semarang.

Sekitar pukul 15.00, satu per satu anggota Komunitas Burung Independen Semarang mulai berdatangan. Masing-masing anggota kebanyakan membawa seekor burung dalam sangkar tertutup kain.

"Meski hanya latihan, tapi kami tetap memilih juara. Ada hadiah pula bagi burung yang memenangkan kontes," ucap Ketua Pelaksana Komunitas Burung Independen Semarang Joandi.

Siang itu, latihan lomba yang digelar diikuti burung cucak ijo, kacer, pentet, lovebird, murai, dan terakhir kenari. Burung-burung tersebut tak hanya dinilai dari segi suara atau volume, tetapi juga fisik dan gaya, serta irama atau lagu.

Pria yang akrab disapa Hans Gepeng itu mengungkapkan, komunitas tersebut terbentuk tiga bulan lalu. Berisi penyuka burung kicau yang biasa ikut lomba yang digelar komunitas lain pecinta burung, di antaranya Pelestari Burung Indonesia (PBI) dan BnR. Mereka sengaja tidak masuk di kedua komunitas tersebut lantaran merindukan kompetisi dan juri yang lebih fair.

"Kami berusaha membangun citra juri yang bersih dan sportif. Kalau kesalahan pasti ada tapi kita berusaha meminimalkan kesalahan," katanya.

Latihan juga dimanfaatkan anggota untuk belajar lebih tertib. Khususnya, tidak berteriak memancing piaraan yang tengah bertengger di sangkar burung. "Sehingga, saat lomba, mereka bisa mengerem dan tahu strategi membuat piaraan berkicau," ujar Hans Gepeng.

Dalam setiap pertemuan yang rutin digelar sepekan sekali, komunitas tak hanya menggelar lomba. Mereka juga menggelar bursa Lovebird yang dilaksanakan setiap pekan pertama dan ketiga. Ajang ini dimanfaatkan anggota untuk menjual atau membeli burung jenis Lovebird milik anggota lain.

Agenda pertemuan juga semakin variatif lantaran mereka berencana menggelar lomba burung berkicau bertajuk Independen I yang dijadwalkan berlangsung 1 Februari mendatang. Lomba ini tak hanya dibuka untuk anggota tetapi juga peserta dari luar komunitas dan luar kota. (tribunjateng/mam)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved