Realisasi Inflasi Kota Tegal Tahun 2014 Mencapai 7,40 Persen
Realisasi Inflasi Kota Tegal Tahun 2014 Mencapai 7,40 Persen, Jateng inflasi 8,22% dan Indonesia inflasi 8,36%
Penulis: fajar eko nugroho | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Fajar Eko Nugroho
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Realisasi inflasi Kota Tegal tahun 2014 tercatat 7,40 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 5,80 persen. Namun demikian, inflasi mengalami lebih rendah dibandingkan inflasi Jawa Tengah yang tercatat 8,22 persen dan Nasional yang tercatat 8,36 persen.
"Gejolak inflasi sepanjang tahun 2014 lebih banyak dipengaruhi oleh administered price antara lain kenaikan tarif tenaga listrik (TTL), kenaikan harga elpiji 3 Kg dan 12 Kg, serta kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Selebihnya, merupakan dipengaruhi pola musiman seperti pergantian tahun ajaran baru, jelang Hari Raya Idul Fitri," ujar Kepala Deputi Direktur KPwBI Tegal Bandoe Widiarto kemarin.
Sedangkan komoditi rokok sepanjang tahun 2014 mengalami kenaikan harga sebagai dampak dari kebijakan cukai dan pajak daerah yang dibebankan kepada konsumen. Sementara kelompok bahan bangunan semen, pasir, dan batu bata pada tahun 2014 juga mengalami kenaikan harga.
"Tantangan yang dihadapi dalam tahun 2015 ini terkait pengendalian inflasi daerah adalah dampak perekonomian global seperti kebijakan The Fed, kondisi ekonomi nasional yang dipengaruhi oleh kebijakan Administered Price seperti tarif tenaga listrik, harga BBM, harga lpg," jelas dia.
Selain hal tersebut, kata Bandoe, tantangan dari faktor musiman seperti liburan sekolah, hari raya keagamaan dan faktor alam (El Nino/penghujan dan la nina/kemarau) akan menjadi perhatian dalam pengendalian inflasi ke depan. (*)