Tribun Community

Belum Genap Setahun, Komunitas Score Mengantongi Banyak Prestasi

Belum Genap Setahun, Komunitas Score Mengantongi Banyak Prestasi

Belum Genap Setahun, Komunitas Score Mengantongi Banyak Prestasi
tribunjateng/m alfi mahsun
Komunitas Semarang Cornering Extreme atau Score, sudah banyak mengantongi prestasi road race 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Meraih kemenangan di tengah keterbatasan fasilitas latihan membuat Roi semakin bersemangat. Bersama Komunitas Semarang Cornering Extreme (Score), mereka berusaha melahirkan pembalap andal di Kota Lunpia.

Roisul Huda terlihat gagah di atas motor Yamaha Jupiter MX. Sambil memegang piala di tangan kanan dan jempol tangan kiri diacungkan, dia tersenyum bangga. Seperti itulah foto dokumentasi pemuda yang akrab disapa Roi ini saat menang di kelas bebek 135 cc di Fun Race Yogyakarta, Oktober 2014 lalu.

Pemuda kelahiran Ponorogo, 21 Agustus 1990, tersebut tak menyangka bisa meraih juara. Dia sempat minder lantaran bertarung dengan para pembalap yang memiliki motor lebih bagus. Namun, dia tetap optimistis lantaran terbiasa berlatih dan bermanuver menggunakan motor kesayangan.

"Apalagi, persiapan ke kompetisi itu serba mendadak. Saya baru menyetel motor Jumat malam, sepulang kerja, dan baru selesai Sabtu pukul 03.00. Padahal, lomba digelar Sabtu itu. Setelah istirahat 30 menit, kami berangkat ke Yogya," ungkap karyawan purchasing perangkat komputer di Kota Semarang ini.

Roi tidak sendirian. Dia berangkat bersama anggota lain Komunitas Semarang Cornering Extreme (Score). Sejak Agustus 2014, Roi bergabung di Score yang mewadahi penyuka dragrace serta roadrace di Kota Lunpia. Sepekan dua kali, mereka berlatih bersama di area GOR Jatidiri. Meski di area yang tidak representatif, mereka tetap semangat berlatih cornering (gestur badan yang benar saat membelok di tikungan).

Meski terbiasa berlatih di tikungan, begitu melihat sirkuit lomba di Yogya yang banyak tikungan, Roi sempat kaget. Meski begitu, dia yang suka balap motor sejak umur empat tahun tetap optimistis. "Saat lomba, saya hanya berkeyakinan, apa yang saya lakukan ketika latihan bersama teman-teman harus ada bukti. Saya andalkan skill meski motor saya bisa dibilang kalah dengan peserta lain. Waktu lomba, saya coba balap motor lain di tikungan, ternyata mudah. Akhirnya, saya bisa finish pertama di kelas bebek 135 cc," lanjut Roi.

Prestasi yang diraih Roi ini tentu membuat anggota Score bangga. Mereka merasa, keberadaan komunitas yang telah terdaftar sebagai anggota Ikatan Motor Indonesia (IMI) itu pun semakin diakui. Meski begitu, rasa gundah masih bergelayut lantaran mereka belum memiliki sirkuit memadai sebagai tempat latihan maupun arena lomba. "Kami ingin, olahraga motor balap di Semarang hidup lagi. Tidak hanya balap liar tapi lebih baik semua bisa terorganisir," harap anggota Score Wahyu Widianto. (TRIBUNJATENG/muhamad alfi m/muslimah)

Penulis: muslimah
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved