Tribun Community

Komunitas Score Berharap Pemkot Semarang Sediakan Sirkuit Roadrace

Komunitas Score Berharap Pemkot Semarang Sediakan Sirkuit Roadrace

Komunitas Score Berharap Pemkot Semarang Sediakan Sirkuit Roadrace
tribunjateng/rival almanaf/ist
SCORE- Para anggota komunitas semarang cornering extreme berkumpul bersama di GOR Jatidiri Semarang. Di sana mereka juga biasa berlatih tiap Selasa dan Kamis. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Hujan deras selama lebih dari delapan jam, Kamis (12/2), membuat pecinta roadrace batal berlatih cornering di area GOR Jatidiri Semarang. Akhirnya, mereka hanya sharing dan bertukar pikiran di markas yang juga rumah Ketua Komunitas Semarang Cornering Extreme (Score), Rendy Prasetyo, di Kelurahan Karangrejo Candisari, Kota Semarang.

Sambil minum kopi, Rendi bersama Wahyu, Roi, Rudi, dan Denny Garang yang ikut andil membidani Score membicarakan rencana kegiatan komunitas. Komunitas yanga terbentuk 10 Agustus 2014 itu memang aktif menggelar acara internal.

"Awalnya, saya, Roi, Wahyu, Rudi dan Gareng sering ngobrol di grup Facebook soal modifikasi sepeda motor. Kesamaan kegemaran akan road race membuat kami klop. Kami pun memutuskan kopdar (kopi darat) di GOR Jatidiri membawa motor masing-masing dan berlatih," cerita Rendi

Awalnya, mereka berlatih cornering menggunakan area line skate. Lantaran tak sesuai peruntukan, mereka diperingatkan pengelola GOR. Meski ditegur, pengelola memberi solusi. Mereka diizinkan memanfaatkan lahan kosong namun berpaving di sekitar GOR Jatidiri. "Saat berlatih itu, banyak yang datang melihat. Kebanyakan, teman-teman yang biasa bermain dragrace di situ. Beberapa dari mereka lalu bergabung dan melatih skill balap bersama," kata Rendi.

Merasa lahan tempat berlatih kurang representatif, mereka mencoba mendapat izin berkegiatan di Stadion Wujil Ungaran, Kabupaten Semarang. Sambil menunggu izin keluar, dua pekan sekali mereka berlatih di lapangan beraspal di PRPP. "Teman-teman ingin main di aspal, bosan main di lahan paving terus. Sebenarnya, lahan aspal ini cocok untuk dragrace tapi apa boleh buat," ungkap Rendi.

Score yang saat ini sudah terdaftar menjadi anggota Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng ingin berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyediakan sirkuit yang layak untuk berlatih. "Kami ingin, balap motor di Semarang hidup lagi sehingga para crosser bisa unjuk kebolehan dan berprestasi. Semoga, Pemkot Semarang memperhatikan kami," harap Rendi.

Anggota Score yang kini tercatat sekitar 35 orang sudah menorehkan prestasi. Mereka sering mengikuti Fun Race di Yogyakarta dan Solo. Bahkan, anggota Score pulang membawa piala juara 1 kelas 125 cc dan kelas 135 cc di Yogyakarta, Oktober lalu. Melihat dukungan pemerintah dua daerah tersebut, Rendi dkk pun merasa iri. Mereka berharap, Pemkot Semarang juga menyediakan fasilitas sirkuit yang tak hanya untuk berlatih tapi juga menggelar acara serupa.

Anggota Score, Rudiansyah sangat berharap, impian mereka segera terwujud. Pemilik bengkel di Banyumanik ini melihat, animo pencinta balap profesional yang bermula dari hobi sangat besar. "Siapa tahu, bisa muncul talenta balap muda dari Semarang. Akan semakin bagus jika ada dukungan dari Pemkot Semarang," ungkap Rudi. (tribunjateng/alv)

Penulis: m alfi mahsun
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved