Distribusi Beras
Harga Beras Naik Di Pasaran, Petani Tidak Merasakan Keuntungannya
Harga Beras Naik Di Pasaran, Petani Tidak Merasakan Keuntungannya
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Meskipun harga beras premium melonjak naik, namun hingga kini para petani belum dapat merasakan nikmatnya harga dari jeri payah mereka menanam.
Belum terasanya kenaikan harga beras ini diutarakan oleh Anggota DPR RI Komisi VI, Aria Bima saat menjalani masa reses di Solo.
"Seharusnya kenaikan harga beras ini menjadi angin segar bagi petani, tetapi saat ini petani belum dapat merasakannya," ujar politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Aria menambahkan telah bertemu dengan berbagai kelompok tani saat masa reses-nya dan semua petani menuturkan harga beli gabah masih sama atau belum naik.
Dari pertemuanya dengan kelompok tani ini, dia menuturkan ada permainan pada sistem distribusi sehingga saat berada di pasaran harga beras melonjak, meskipun stok beras di Bulog masih melimpah.
"Sewajarnya harga naik karena permintaan meningkat, tetapi jumlah barang sedikit. Tetapi stok cadangan beras di Bulog masih melimpah," sambung politisi kelahiran Semarang.
Aria juga menuturkan pemerintah tidak perlu untuk melakukan impor beras karena cadangan beras masih banyak.
"Yang perlu dilakukan yakni memutus mata rantai distribusi, sehingga para mafia beras juga dapat diberantas seperti Menteri Susi (Susi Pudjiastuti/Menteri Perikanan dan Kelautan) memberantas mafia ikan," tandasnya. (*)