Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

SUCCESS STORY

Begini Ming ming Owner Mahkota Enterprise Hadapi Pesaing

Begini Ming ming Owner Mahkota Enterprise Hadapi Pesaing

Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo

TTRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Hampir semua bidang usaha atau bisnis tentu ada pesaingnya. Tinggal bagaimana orang atau pengusaha menghadapi pesaing tersebut.

Apakah Anda merasa tersaingi atas menjamurnya wedding maupun event organizer saat ini?
Secara pribadi dan sangat manusiawi ketika bisnis yang dirintisnya diikuti orang lain, bahkan semakin menjamur. Perasaan merasa tersaingi tentu ada. Tapi, saya kembalikan kepada klien. Saya bersama seluruh karyawan harus berbesar hati menghadapi semakin ketatnya persaingan bisnis di bidang wedding maupun event organizer ini.

Bahkan, semisal ada karyawan yang cukup lama membantu di Mahkota, kemudian memilih keluar dan mendirikan usaha di bidang yang sama, saya tetap harus berbesar hati. Pendapat saya, itu adalah pilihan. Saya berpikir positif saja ketika ada yang ingin mencoba maju menangkap peluang di luar sana, berilah kesempatan itu.

Anggap saja, saya secara tidak langsung juga turut menabur di bisnis mereka. Saya akan bangga ketika jebolan Mahkota juga bisa sukses. Saya akan tetap menjalin hubungan dengan mereka. Yang terpenting, persaingan berjalan secara sehat. Saya pasti akan mendukung dan siap apabila suatu ketika membutuhkan bantuan menyelenggarakan acara bersama.
Tidak perlu dibuat pusing, justru diambil hikmah. Persaingan akan memotivasi kita lebih maju dan kreatif.

Yang ditekankan di Mahkota?
Mahkota merupakan perusahaan penyedia jasa. Sudah seyogyanya setiap individu di dalamnya memiliki sikap jujur. Setelah itu, masalah kesabaran. Sabar di sini pun harus tanpa batas. Saya akui, secara teori, tidak mudah menjalankan bisnis ini. Karena itu, sejak awal selalu ada penekanan baik di awal hingga akhir job.

Di bisnis ini, sebagian besar yang diatur merupakan makhluk hidup. Tentu setiap individu memiliki sifat egois atau karakter berbeda-beda. Apabila itu dihadapi secara emosional, tentu tidak akan berjalan sesuai harapan. Justru menambah rasa lelah dan tidak puas. Sehingga, perlu totalitas dan profesional mengerjakan agar tidak menimbulkan rasa capek itu.

Prinsip ini saya tekankan tidak hanya pada karyawan tetapi juga kepada klien (konsumen). Mereka harus percaya kami agar kami bisa bekerja nyaman. Jika sejak awal sudah ragu, saya sampaikan di awal pertemuan, tidak usah menggunakan jasa Mahkota. Bisnis wedding maupun event organizer bukan sekadar pekerjaan jangka pendek. Kami akan menjalin hubungan dengan klien sejak awal teken kontrak hingga pasca acara. (tribunjateng/deni/bersambung- tips memulai usaha bidang EO)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved