LIPUTAN KHUSUS
Pelabuhan Tanjung Emas Butuh Dikeruk Hingga Minus 12 Meter
Pelabuhan Tanjung Emas Butuh Dikeruk Hingga Minus 12 Meter
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Berbagai perluasan fisik ataupun layanan dilakukan Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) PT Pelindo III dalam tiga tahun mendatang.
General Manager TPKS Pelindo III, Iwan Sabatini mengatakan peningkatan fasilitas itu dilakukan sesuai masterplan yang sudah disusunnya. "Ada atau tidaknya tol laut kami tetap melakukan peningkatan fasilitas," jelasnya di kantornya, pekan lalu.
Ia menargetkan pada 2018 dermaganya sudah bisa menampung petikemas hingga 1 juta teus. Untuk mengejar hal itu sudah ada rencana pembangunan yang dilakukannya dalam beberapa tahun terakhir.
Iwan menyebut beberapa hal yang akan segera dibangun pihaknya antara lain perpanjangan lapangan penumpukan seluas 5,3 hektare. Lalu perpanjangan dermaga 105 meter, jadi total panjang dermaga mencapai 600 meter. Dengan begitu, dermaga peti kemas bisa untuk sandar tiga kapal besar sekaligus.
Menurutnya, persiapan tersebut sesuai konsep tol laut yang akan memaksimalkan angkutan barang melalui laut. Dengan peningkatan fisik terminal peti kemas, ia yakin terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas sesuai konsep itu.
Namun, untuk konsep tol laut, Iwan belum tahu apakah seperti pendulum atau ada konsep lain. Lalu apakah ada alur khusus dalam 'jalan' tol di atas laut. Jika ada jalur khusus, maka Iwan memiliki satu ide yang harus diwujudkan pemerintah. "Saat ini kedalaman kami sudah minus 10 meter muka surutan/low water spring (LWS). Untuk menampung kapal yang lebih besar paling tidak minus 12 LWS. Maka pemerintah perlu melakukan pengerukan," jelasnya.
Ia mengatakan Jawa Tengah semakin diminati pelaku usaha tidak hanya material raw. Para pelaku usaha shipping line butuh dermaga yang bisa menampung kapal dengan dimensi besar. Kapal yang dimaksud adalah kapal barang yang bisa memuat lebih dari 2.000 box/teus atau dengan Gross Tonnage (GT) di atas 30 ribu ton. Saat ini kapal yang bersandar masih di bawah kapasitas itu.
"Saya kira pengerukan itu sesuai dengan konsep tol laut jika memang berkonsentrasi terhadap angkutan barang," jelasnya.
Saat ini jumlah layanan peti kemas di TPKS pada akhir 2014 mencapai 576.671 teus. Sepanjang Januari total handling peti kemas sudah mencapai 33.108 box dari target 660.000 teus pada 2015.
Hal yang perlu diperhatikan adalah mahalnya biaya kapal saat ini karena kesenjangan antarpulau. Kapal dari Jawa mengangkut barang banyak ke Kalimantan. Saat balik tidak ada barang yang dikirim. “Kesenjangan itu yang perlu dipecahkan pemerintah,” katanya. (tribunjateng/cetak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pelabuhan-tanjung-emas-butuh-dikeruk-hingga-minus-12-meter.jpg)