SUCCESS STORY
Irwan Hidayat Pernah Grogi Ketemu Menteri
Irwan Hidayat Pernah Grogi Ketemu Menteri
Penulis: deni setiawan | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Tidak diragukan lagi apabila Irwan Hidayat menjadi satu di antara ratusan pengusaha Indonesia yang mampu membuktikan diri mengembangkan perusahan. Buktinya, produk PT Sidomuncul merambah pasar beberapa negara di Asia Tenggara, Australia, Korea, Nigeria, Algeria, Rusia, Saudi Arabia, juga Amerika Serikat.
Dibalik kesuksesan mempertahankan dan mengembangkan perusahaan yang berdiri sejak 1951 itu, ada banyak kisah serta kenangan yang menyertai. Satu di antaranya, salah mengenali pejabat negara. Rasa grogi membuat Irwan menjabat tangan ajudan Menteri Penerangan Harmoko (tahun 1983), alih-alih sang menteri.
Ceritanya, saat itu, pabrik sekaligus rumah tingga keluarga Irwan di Jalan Mlaten Trenggulun 104 Semarang dipindah ke Lingkungan Industri Kecil (LIK) Bugangan di Kaligawe, Kota Semarang. Menteri Harmoko lah yang dijadwalkan meresmikan pabrik di lokasi baru itu. Saat Harmoko datang, Irwan pun menyambut. Tetapi, begitu bertemu rombongan sang menteri, Irwan justru langsung menjabat tangan orang di sebelah Harmoko yang tak lain sang ajudan menteri.
“Waktu itu, saya tidak pernah ketemu pejabat. Sebenarnya, saya tahu Pak Harmoko yang mana. Tetapi karena grogi, saya malah menyalami ajudan beliau. Saya malu sekali saat kejadian tersebut,” ungkap anak sulung dari lima bersaudara ini.
Belajar dari pengalaman itu, Irwan berusaha keras mengurangi rasa grogi. Bertatap muka dengan karyawan dan memimpin rapat di perusahaan setiap hari efektif memunculkan rasa percaya diri. Sayang, grogi datang lagi tanpa diundang ketika Irwan harus berhadapan dengan puluhan wartawan nasional di Jakarta dalam acara jumpa pers.
Saat itu, perusahaan yang dipimpin akan menjalankan kegiatan corporate social responbility (CSR) Mudik Gratis bersama Sidomuncul. Dihadapan wartawan, Irwan sedianya menjelaskan seputar mudik gratis keempat yang digelar perusahaan tersebut. Tetapi, di hadapan puluhan wartawan yang ditemuinya sore itu, Irwan tak bisa berkata-kata. Bahkan, sekadar membacakan rilis di tangan pun dia tak mampu. Beruntung, seorang wartawan membantu memecahkan kebekuan suasana.
“Dia bilang, "Tidak apa-apa, Pak. Kami juga sudah membaca pers rilis-nya”. Itu benar-benar menyelamatkan saya," ucapnya.
Kini, apakah grogi itu masih mengancam? Irwan mengatakan, bertemu banyak orang dan menjadi pembicara di berbagai kesempatan membuat penguasaan dirinya berkembang baik. Grogi dan rasa malu berhasil ditaklukkan sehingga ada lagi masalah berhadapan dengan banyak orang. “Tambah tua, rupanya membuat saya bertambah tidak tahu malu ya,” ujarnya sembari tertawa. (tribunjateng/deni setiawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/irwan-hidayat-pernah-grogi-ketemu-menteri.jpg)