Pihak Dinas Pendidikan Enggan Komentar Terkait Siswa Korban Penipuan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang enggan memberikan komentar terkait kasus penipuan oleh sebuah PJTKI kepada 20 siswa SMKN 1 Bawen.
Penulis: deni setiawan | Editor: sujarwo
Laporan Tribun Jateng, Deni Setiawan
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Berkait pada kasus penipuan yang dilakukan sebuah perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) kepada sekitar 20 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) Negeri 1 Bawen Kabupaten Semarang, dinas setempat ogah memberikan komentar atau tanggapan.
Ketidakinginan tersebut saat Tribun Jateng, Jumat (10/4/2015) berusaha menghubungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat.
Saat menghubungi Kepala Bidang SMA-SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang Taufiqurrahman, dia menyatakan sudah memperoleh informasi atas kasus yang menimpa sejumlah siswa SMK Negeri 1 Bawen. Informasi tersebut diterimanya pada Jumat (10/4/2015). Namun ditanya langkah atau upaya yang hendak dilakukan, dirinya enggan berkomentar.
"Ke Bu Dewi (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang --Red) saja ya, Mas. Saya tidak bisa berkomentar," ucap Taufiq.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih melalui sambungan telepon berucap, pihaknya secara detail belum mengetahui persis atas kasus penipuan yang menimpa 20 siswa di antaranya adalah siswa di wilayahnya yang menjadi korban. Hal itu dikarenakan beberapa hari terakhir tidak memantau dengan alasan kondisi kesehatan, sedang sakit.
"Silakan ke Pak Taufiq saja. Saya belum berani berkomentar. Takut salah nanti," ucap Dewi.
Tak selang beberapa lama, dia pun mengirim pesan singkat yang berisi, "Maaf Mas, saya no comment dahulu. Saya tidak tahu perkembangannya." Hal serupa disampaikan Taufiqurrahman saat dihubungi kembali. (*)