Tribun Community

Begini Cara Kecilkan Perut Tanpa Fitnes Ala Barstuntman Semarang

Begini Cara Kecilkan Perut Tanpa Fitnes Ala Barstuntman Semarang

Begini Cara Kecilkan Perut Tanpa Fitnes Ala Barstuntman Semarang
TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA
FREE STYLE - Anggota Barstunt berlatih di Tri Lomba Juang Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Membuat tubuh bugar atau berotot tak harus rajin ke pusat fitnes. Komunitas Barstunt membuktikan, melalui peralatan seadanya di stadion olahraga atau dimana pun, olah tubuh bisa dilakukan.

Setelah melakukan sit up, Ega P Norista (23) mengambil tas di bangku besi. Selain air mineral dalam botol, pria kelahiran 14 April 1992 itu mengambil smartphone. Sambil sedikit bercanda dalam obrolan santai, dia memperlihatkan foto diri pada medio November 2014.

Di foto, tubuh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang itu tampak gemuk di bagian perut dan pipi. "Nah, sekarang foto Februari lalu, coba bandingkan. Jauh berbeda kan? Ini turun 6 kilogram," ujar Ega sambil memperlihatkan foto lain yang diambil pada Februari 2015.

Sejak November akhir, Ega aktif di street workout bersama teman-teman di Komunitas Barstunt. Komunitas ini memanfaatkan peralatan seadanya untuk membentuk tubuh. Terutama, peralatan di taman. Komunitas Barstunt latihan di Tri Lomba Juang.

Alhasil, dalam sekitar tiga bulan, berat badan Ega turun dari 62 kilogram menjadi 56 kilogram. Ega rutin berlatih setiap Senin-Jumat sore. Sebelum bergabung di Barstunt, dia memang suka olahraga. Basket menjadi kegiatan favorit saat SMA pria asal Wates, Kabupaten Kulonprogo, ini.

"Rasanya, semangat berolahraga kembali lagi. Soalnya, banyak teman dan bisa menginspirasi teman-teman lain. Semoga street workout dan Barstunt bisa lebih dikenal di masyarakat, khusunya di Kota Semarang," harap Ega.

Aksi street workout juga dinikmati Soleh Eko Widodo (21). "Yang jadi tantangan di street workout adalah free style. Kalau latihan dasar, prinsipnya seperti fitness tapi tanpa alat yang ada di gym," kata Eko.
Sudah dua tahun ini pria kelahiran Sragen, 24 Desember 1993, itu belajar street workout. Beberapa freestyle seperti handstand dan flying flag style pun dikuasai.

"Di awal-awal, sempat cedera karena terjatuh saat latihan. Telapak tangan terluka. Nggak kapok, malah setelah sembuh latihan lagi. Sekarang sudah biasa," ujar pegawai perusahaan swasta di Semarang itu.

Eko pun mempraktikkan keahliannya. Dia mengambil ancang-ancang selanjutnya memegang tiang di samping kanan menggunakan kedua tangan. Perlahan, badannya naik ke atas diikuti kaki. Terlihat, badan Eko segaris horizontal di atas tanah dan tangan masih memegang tiang. "Ini namanya flying flag style, seperti bendera. Berat badan ditopang tangan. Butuh latihan lama supaya bisa," ujar seorang teman Eko yang ada di sekitarnya.

Eko juga berharap, street workout bisa dikenal luas masyarakat Semarang. Juga, fasilitas latihan di ruang terbuka dan taman semakin banyak. "Taman dan arena olahraga sangat penting. Jangan hanya dibangun mal dan gedung. Semoga, harapan ini bisa di dengar pemerintah kota dan dapat mewadahi berbagai komunitas di Semarang," ungkap Eko. (tribunjateng/muhamad alfi m)

Penulis: m alfi mahsun
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved