VIDEO Siswa Jujur dalam Pengerjaan UN, Sekolah Dapat Reward
Apabila siswa dalam sekolah itu jujur atau tidak mencontek jawaban sesama peserta ujian maka sekolah bakal mendapatkan reward.
Penulis: YS adi nugroho | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, YS Adi Nugroho
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Muryono, menerangkan, dalam mendistribusikan soal ujian nasional (UN) dari Dinas Pendidikan ke sekolah-sekolah, tidak ada pengawalan dari petugas Kepolisian.
"Ada 2 guru atau perwakilan sekolah yang mengambil. Tahun ini, pendistribusian soal tanpa didampingi pengawalan dari petugas Kepolisian," ungkapnya pada Tribun Jateng, Minggu (12/4/2015).
Muryono menerangkan, pada tahun-tahun sebelumnya, pendistribusian soal UN pasti dikawal oleh sejumlah petugas. Diantaranya, petugas Kepolisian. Namun, mulai tahun ini, tidak ada lagi pengawalan dari sejumlah petugas.
Menurutnya, penjagaan oleh sejumlah petugas dilakukan saat soal UN datang di Dinas Pendidikan dan di kantor itu saja. "Soal UN datang pada Sabtu (11/4) pagi sekitar pukul 3.00 dan soal dimasukkan di ruang pertemuan pada pukul 5.00," terangnya.
Muryono menegaskan dalam sistem UN tahun ini, dititik-beratkan pada kejujuran. "Akan dicek kesalahan jawaban siswa. Satu diantaranya dengan melihat jawaban siswa yang salah terjadi pada beberapa siswa," jelasnya.
Apabila siswa dalam sekolah itu jujur atau tidak mencontek jawaban sesama peserta ujian maka sekolah bakal mendapatkan reward. "Akan ada piagam dan uang pembinaan bagi sekolah," pungkasnya.(*)