Tribun Community

Komunitas Eagle Inline Skate Semarang Lahirkan Atlet Handal

Komunitas Eagle Inline Skate Semarang Telurkan Atlet Handal

Komunitas Eagle Inline Skate Semarang Lahirkan Atlet Handal
tribunjateng/m alfi mahsun
Komunitas Eagle Inline Skate Semarang Lahirkan atlet Handal 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Sedikitnya 25 anak berdiri di samping tanah lapang di area Lotte Mart Jalan Brigjen Sudiarto, Kota Semarang, Jumat (1/5) sore. Mereka memandangi lintasan yang dibatasi beberapa traffic cone.

Setelah mendapat arahan dari senior yang juga pelatih, satu per satu anak yang telah memakai inline skate dan pelindung berupa helm, pelindung lutut serta siku, meluncur di lintasan tersebut. Tak hanya mereka, orangtua yang mendampingi dan berada di sekitar area latihan antusias melihat putra putrinya berlatih.

Setiap Selas, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu, anak-anak tersebut rutin berlatih inline skate di area Lotte Mart. Usianya beragam, ada yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), SD, juga SMP. Ada pula orang dewasa yang juga berlatih, bergantian dengan anak-anak tersebut. Mereka semua tergabung dalam Komunitas Eagle Inline Skate Semarang.

"Komunitas ini awalnya dibentuk oleh penyuka sepatu roda di Semarang, 1 September 1979. Dulu, sepatu roda yang digemari masih roda empat dengan dua garis (kanan dan kiri dalam satu sepatu). Ada remaja dan orang dewasa. Sekarang, anggota komunitas kami lebih banyak anak-anak yang juga putra putri anggota lama," kata Ketua Komunitas Eagle Inline Skate Semarang Oky Wicaksono Nurindra saat rehat latihan.

Pergeseran usia anggota itu terjadi medio 2000, saat keberadaan sepatu roda digeser inline skate (sepatu roda yang hanya memiliki satu lajur). Anggota yang sering menyatroni area Simpanglima dan Jalan Pahlawan, ternyata menarik minat orangtua. Mereka menginginkan putra putri mereka turut serta bergabung di komunitas yang diprakarsai Minarta Leo Tatang itu.

"Akhirnya, kami yang merupakan anggota lama, mengajari para pemula, mulai anak-anak, remaja hingga dewasa yang ingin ikut," imbuh Oky.

Dari sekadar berlatih, anggota komunitas mulai menjajal lintasan lomba untuk mengukur kemampuan. Hasilnya, tak sedikit yang menyabet medali juara tingkat lokal hingga nasional. Mereka pun menjelma menjadi atlet-atlet muda andal inline skate Semarang. "Ada beberapa anak yang meraih prestasi di usia mereka yang masih belia, tentu itu membuat kami bangga. Apalagi, prestasi mereka diraih berawal dari hobi dan bergabung di komunitas," ungkap Oky.

Perasaan senang bergabung di Komunitas Eagle Inline Skate Semarang diungkapkan Nurul Fajriah. Bersama buah hati, dia rutin berlatih bersama anggota lain. "Selain mengasah kemampuan inline skate pribadi dan anak, di komunitas ini kami menemukan keluarga baru. Saat berkumpul, suasana ceria kami rasakan," terangnya.

Tak salah jika Nurul merasakan kebersamaan dengan anggota komunitas layaknya keluarga. Pasalnya, pertemuan tak hanya digelar saat latihan. Ketika ada anggota yang berulang tahun, terkadang mereka merayakan dalam acara makan bersama. "Saya berharap, kegiatan bisa terus dilakukan secara rutin karena bisa mengembangkan potensi anak-anak. Di sini, anak-anak tak hanya bermain tetapi juga berlatih disiplin hingga bisa berprestasi di ajang nasional," ujar Nurul.

Selain latihan rutin di hari biasa, anggota Komunitas Eagle Inline Skate Semarang juga berlatih Minggu pagi di Car Free Day. Mereka berkumpul di Jalan Pandanaran dekat kawasan Simpanglima. (tribunjateng/alv)

Penulis: m alfi mahsun
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved