Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ratusan Warga Grobogan Terserang Penyakit Akibat Banjir

Yulianto Prabowo, menuturkan, setiap hari ditugaskan minimal 20 tenaga medis untuk melayani serta menjaga kesehatan para korban bencana di pengungsian

Penulis: puthut dwi putranto | Editor: rustam aji
Sejumlah warga bertahan di tempat pengungsian, di Balai Desa, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (3/5/2015). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo, menuturkan, setiap hari ditugaskan minimal 20 tenaga medis untuk melayani serta menjaga kesehatan para korban bencana di beberapa titik pengungsian di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan. Menurut dia, Jenis penyakit yang jamak diderita saat ini yakni penyakit kulit dan Infeksi saluran pernafasan.

Pihaknya berencana akan terus memonitor perkembangan kondisi kesehatan warga hingga setelah banjir dipastikan usai.

" Kami bersinergi dengan Dinkes Kabupaten Grobogan akan terus awasi kesehatan warga selama dan sampai pasca banjir. Karena potensi penyakit paska banjir seperti infeksi saluran cerna maupun leptospirosis perlu diwaspadai, " terangnya di Grobogan, Minggu (3/5/2015).

Berdasarkan data yang dikantongi oleh Dinkes, hingga kini tercatat ada 500 orang terkena penyakit seperti gatal-gatal, pegal-pegal, batuk dan influenza.

Siswi SDN Tajemsari, Nurul Suci Indriyani (7), mengaku sedih dengan kondisi ini. Sudah 10 hari ini dirinya tak bersekolah. Banjir telah merendam sekolah dan juga rumahnya dengan kedalaman 1 meter. Suci beserta Bapak dan Ibunya kini terpaksa harus mengungsi tinggal di tempat pengungsian.

Sambil menangis bocah mungil ini mencoba mengutarakan keinginannya untuk kembali duduk di bangku belajar serta menempati rumahnya. Rupanya Suci rindu dengan suasana di sekolahan dan juga lingkungan di kampungnya.

" Saya pengen sekolah lagi mas. Suci pengen belajar bareng teman-teman. Bosen di rumah terus, " tutur Suci anak dari pasangan Bambang (30) dan Yani (25) warga Tajemsari.

Untuk diketahui, Dua desa di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan terisolir. Aktivitas perekonomian perdesaan ini lumpuh total akibat terendam banjir dari limpasan air sungai cabean. Tanggul sungai cabean jebol sepanjang 50 meter. Sudah lebih dari sepekan atau 10 hari banjir yang menggenangi wilayah ini tak jua surut. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved