Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pro Kontra Tim Transisi

Klub-klub Sepakbola Cuma Ingin Kepastian Kompetisi Nasional

Menpora Imam Nahrawi telah mengumumkan anggota Tim Transisi. Nama-nama itu menyulut pro-kontra.

Penulis: galih priatmojo | Editor: rustam aji

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menpora Imam Nahrawi telah mengumumkan anggota Tim Transisi. Nama-nama itu menyulut pro-kontra. Tak ubahnya keberadaan Tim Transisi sendiri yang bertugas menggantikan PSSI yang dibekukan.

Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho, tak ingin memperdebatkan nama-nama yang mengisi tim tersebut. Menurutnya, formasinya tentu telah melalui pertimbangan Menpora sebagai penanggung jawab.

"Saya kira tak bisa dilihat sepihak dan dikomentari sebelum bekerja. Mereka tentu dipilih setelah melewati pertimbangan Menpora. Sebaiknya lihat dulu bagaimana kinerjanya nanti," ungkap Agung kepada Tribun Jateng, Sabtu (9/5).

Tim Transisi beranggotakan semua kalangan. Ada pengusaha, jenderal purnawirawan, artis, mantan pemain bola, kepala daerah, peneliti, eks-birokrat, politisi, dan pengacara.

Bahkan ada tiga wali kota sekaligus dalam tim ini. Mereka adalah FX Hadi Rudyatmo (Solo), Ridwan Kamil (Bandung), dan Eddy Rumpoko (Batu).

Setyo tak mempermasalahkan keberadaan beberapa nama yang asing di dunia sepakbola dalam tim itu. Siapa pun mereka, lanjutnya, tentu punya kapasitas pribadi sehingga terpilih.

"Pak Rudy saya kira sudah bagus, apalagi dia pernah jadi anggota Komite Normalisasi PSSI. Ridwan Kamil juga punya kapabilitas baik, setidaknya punya andil besar ketika Persib juara. Jadi sejauh ini kami tak terlalu mempermasalahkan nama-nama itu," lanjutnya.

Satu yang terpenting, menurutnya, keberadaan tim itu harus bisa memberi titik terang mengenai kejelasan nasib kompetisi. Jika memang mengambil alih sepakbola nasional, harus profesional mengurusnya.

"Kalau kami klub inginnya kepastian kompetisi. Apa pun kebijakan pemerintah, manut saja," papar dia.

Di Solo, Hadi Rudyatmo masih menunggu surat resmi Menpora mengenai penunjukannya sebagai anggota Tim Transisi. Pria yang akrab disapa Rudy ini menyebut timnya harus segera menggulirkan kompetisi.

Mulai dari Liga Super (ISL), Divisi Utama, hingga kompetisi amatir Liga Nusantara yang semula di bawah PSSI. "Saya pikir operator liga masih akan di bawah PT Liga Indonesia. Nanti PT Liga tak akan bertanggung jawab ke PSSI, melainkan kepada Tim Transisi," ujar Rudy.

Mantan ketua umum Persis Solo ini mengatakan kompetisi harus segera bergulir. Setidaknya sebelum puasa atau pada Mei ini.

"Banyak klub sudah mengontrak pemain, bahkan mendapatkan sponsor. Jika terlalu lama vakum, pemain tak memiliki penghasilan," tandas dia.

Dari Solo ada dua nama yang masuk Tim Transisi. Satu lagi adalah bos PT Sritex, Iwan Lukminto. Menurut Rudy, beberapa nama anggota tim memang tak familiar di dunia sepakbola. Namun, mereka memiliki kapasitas mengurus organisasi.

Dalam perkembangan terbaru, PT Liga sudah mengeluarkan sinyal penolakan menjadi operator. Sejumlah perwakilan klub juga sudah menyatakan tak mau ikut kompetisi di luar PSSI. (gon/har)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved